KRI Dewaruci jadi saksi perdamaian siswa SMA 6 dan 70
Merdeka.com - Setelah melalui perjalanan panjangnya selama 227 hari keliling dunia, akhirnya KRI Dewaruci bersandar di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Momen ini sekaligus dijadikan momentum untuk deklarasi damai dua SMA di Jakarta yang kerap terlibat tawuran yakni SMA 6 dan SMA 70 Jakarta Selatan.
Mereka berkumpul di atas kapal. Perwakilan SMA 6, Arofi Ardiansyah berharap konflik yang terjadi antar dua sekolah itu tidak terulang lagi.
"Saya berharap tawuran ini segera diakhiri, kami ingin hidup bersama lagi," katanya kepada wartawan, di Markas Komando Kolinlamil, Jakarta Utara, Kamis (11/10).
Aria, perwakilan SMA 70, juga menyambut upaya perdamaian itu. Aria berharap proses hukum yang tengah dihadapi rekan-rekannya bisa segera selesai.
"Semuanya harus cepat selesai, jangan berlarut-larut, apalagi kami mau Ujian Nasional (UN). Kami ingin mereka segera lepas dan bisa bersama-sama main lagi," tambahnya.
Raut muka puluhan siswa dari kedua sekolah tampak sangat cair. Mereka tak segan saling bercengkrama dan bercanda di atas dek kapal legenda TNI itu.
Dalam deklarasi itu hadir aktivis perlindungan anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto. Selain itu, turut hadir Kadispen Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Surapati.
"Hal seperti ini yang perlu kita bina," ujar Untung Surapati di tempat yang sama.
Untung berharap, deklarasi damai ini semakin meningkatnya pembinaan dan perhatian semua pihak khususnya kedua sekolah itu agar tidak lagi menganut rivalitas.
"Mereka itu bisa diandalkan asal kita bina dengan baik. Tapi semuanya harus turun tangan dan memberikan perhatian," tambahnya.
Kak Seto yang diplot mendamaikan kedua sekolah ini juga memuji komitmen para siswa. Menurutnya, tawuran pelajar sudah saatnya diakhiri dan memulai hidup baru yang lebih baik.
"Jadikan kapal ini sebagai kapal perdamaian bagi semuanya," tandasnya. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya