Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kompaknya Ahok dan Djarot tuding Bamus Betawi berpolitik

Kompaknya Ahok dan Djarot tuding Bamus Betawi berpolitik Roti buaya Ahok-Djarot. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Konstelasi politik jelang Pilgub DKI semakin memanas. Tak cuma dengan partai politik, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga bersitegang dengan Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi.

Ahok mengancam akan menghapus dana hibah untuk Bamus Betawi. Hal ini akibat Bamus Betawi dinilai Ahok sering menjadi alat politik kampanye negatif. Ahok mengungkapkan, kegiatan kampanye negatif ini bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45.

"Yang masalah itu mereka menggunakan Bamus Betawi yang minta hibah dari kita untuk main politik. Itu sudah melanggar Pancasila dan UUD 1945," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (6/9).

Ahok mencontohkan kegiatan Bamus Betawi yang mengadakan Lebaran Betawi 2016 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Pada hari kedua pagelaran salah satu oknum organisasi masyarakat menebarkan pidato yang menyinggung suku, ras, agama dan antar golongan (SARA).

"Dia bilang Jakarta harus Betawi yang jadi gubernur dia. Dia menyatakan putra Betawi harus rebut (posisi gubernur) jangan diinjak dari asing macam-macam disebarkan itu sudah enggak betul," kata Ahok.

Menurut Ahok, Bamus Betawi dalam setahun selalu mendapatkan dana hibah berkisar Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar. Bamus Betawi melakukan kegiatan yang mengembangkan kebudayaan Betawi seperti tari-tarian ataupun kesenian lainnya. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP