Kinerja tak maksimal, giliran walkot Jakbar dipelototi Ahok
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan, dirinya akan terus memantau kinerja anak buahnya sampai ke kelurahan. Dia akan memanfaatkan aplikasi Qlue di Smart City untuk mengetahui apa saja pencapaian para pejabat di DKI.
"Kami sudah ada sistemnya, makanya saya langsung bisa tahu lurah mana yang malas, lurah mana yang asal-asalan," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/8).
"Salah satunya di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Parah," katanya menambahkan.
Ahok mengaku sangat kecewa dengan kinerja kedua kota administrasi tersebut, terutama wilayah Jakarta Selatan. Hal ini bahkan telah dibuktikannya dengan mencopot Wali Kota Jakarta Selatan, Syamsudin Noor.
Ahok mengakui jika Jakarta Selatan merupakan wilayah yang memiliki banyak masalah, dinilai dari kinerja pejabatnya dan pegawainya. Selain itu, masalah penertiban pedagang kaki lima (PKL), masalah kebersihan, sampai masalah pembebasan lahan untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT), adalah sejumlah masalah yang menjadi fokus perhatiannya, karena tak kunjung selesai.
Sedangkan Jakarta Barat, masalah yang paling banyak terjadi adalah masalah kepegawaian, hingga Ahok mengaku kerap memasang jebakan untuk membuktikan adanya permainan, hingga dugaannya pun tidak hanya sekadar omong kosong belaka.
"Jakarta Barat ada paling banyak. Yang bagus dipecat, yang jujur dicopot, padahal tidak tahu salahnya apa," pungkasnya.
Diketahui, Qlue merupakan aplikasi yang bisa digunakan warga untuk memberikan pengaduan, jika menemukan masalah apapun yang mengenai Jakarta.
Aplikasi ini terintegrasi langsung dengan aplikasi Crop yang dimiliki lurah dan camat, yang memungkinkan siapa saja bisa melihat pengaduan mana yang langsung direspons, dan mana yang tidak.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya