Ketika Ahok menepis tudingan 'single fighter ' di Pemprov DKI
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama menepis tudingan jika dirinya selalu bekerja sendiri di Pemprov DKI. Sebab dia selalu melibatkan sejumlah pihak profesional dan teknologi untuk menakhodai ibukota.
Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, terus melakukan reformasi birokrasi untuk mendapatkan komposisi terbaik. Mengingat dia ingin menjalankan pemerintahan yang bersih dengan orang-orang yang berkredibilitas pula.
"Mana mungkin saya single fighter, kerja sendiri mana bisa. Semua menggunakan teknologi dan profesional. Makanya kita rekrut yang kerja bersih pasti akan bermanfaat bagi DKI," ujar Ahok di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/12).
Bahkan, mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, saat ini tengah berupaya agar saham milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mampu dijual. Sehingga nantinya masyarakat Jakarta juga bisa membantu melakukan pengawasan.
"Rencana kami ingin semua BUMD jual saham, semoga semua bisa awasi dan gak jadi sapi perah oleh Gubernur karena diawasi semua orang. Saya siapkan semua supaya gak bisa curang," tegasnya.
Selain itu, Ahok menambahkan, teknologi digunakan untuk menerima pengaduan warga serta laporan atas pengerjaan masing-masing dinas terkait. "Itu kenapa saya rekrut ya orang-orang terbaik kita. Saya tempatkan di 25 BUMD di Jakarta supaya bisa menjalankan pelayanan yang baik," tutupnya.
Sebelumnya, Bakal Calon Gubernur DKI Jakart nomor urut tiga Anies Baswedan menilai jalannya Pemerintah Provinsi DKI terlalu bertumpu pada satu orang. Hal tersebut berkebalikan dengan konsep pemerintahan yang akan ia jalankan bersama pasangannya, calon Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. Menurut Anies, paslon bernomor urut dua itu akan lebih mengedepankan kerja tim.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya