Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kepala St Angke takut KRL kecelakaan akibat sampah kain bekas

Kepala St Angke takut KRL kecelakaan akibat sampah kain bekas

Merdeka.com - Banyaknya sampah di perlintasan kereta api Stasiun Angke kini menjadi polemik. Pasalnya, tumpukan sampah kain-kain bekas daur ulang di pemukiman Kampung Angke, Jalan Kerendang Barat, Tambora, Jakarta Barat mulai melebar sampai rel.

Tumpukan kain tersebut bahkan telah terjadi sejak belasan tahun silam. Banyaknya tumpukan kain di rel dikhawatirkan membuat kereta jatuh anjlok.

Menanggapi hal itu, Kepala Stasiun Angke Daop 1, Mohammad Nurdin mengatakan pihaknya sudah mencoba mengingatkan pihak koperasi untuk tidak mengabaikan keselamatan penumpang kereta api dengan tidak membuang kain tersebut ke lokasi perlintasan.

"Di perlintasan kereta api itu (lidah wesel) tidak boleh ada barang apapun di karena hal itu dapat membahayakan keselamatan penumpang," kata Nurdin saat dikonfirmasi oleh wartawan, Kamis (2/10).

Tak hanya itu, kata Nurdin, banyaknya sampah tersebut bisa berpotensi terjadi banjir sehingga merugikan penumpang kereta. "Itu bisa menimbulkan kereta api meleset dari perlintasan, makanya saya dan petugas rutin membersihkannya," ungkap dia.

Sementara itu, salah satu pemilik lahan daur ulang, Haji Jalal, sulit ditemui untuk dikonfirmasi perihal menumpuknya sampah di bantaran rel tersebut. Bahkan beberapa pegawainya juga enggan berkomentar lebih jauh.

"Ya mungkin bahaya lah. Coba aja temuin Bosnya (Haji Jalal). Kalau kita mah cuma pekerja mas," ucap seorang pekerja yang enggan menyebutkan namanya.

Menurut Informasi yang dihimpun merdeka.com, kain-kain tersebut rencananya akan di daur ulang untuk dijadikan keset dan lap pembersih lantai. Selain itu, pantauan merdeka.com kain-kain tersebut nampak menumpuk tepat di sisi rel. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP