Kepala Puskesmas Tambora Jelaskan Soal Pasien Ibu Hamil Dilecehkan Tenaga Kesehatan
Merdeka.com - Kepala Puskesmas Kecamatan Tambora, Kristianti membantah terjadi pelecehan dialami seorang pasien ibu hamil oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tambora.Kristianti mengatakan, Puskesmas Tambora, telah melayani secara baik pasien ibu hamil terduga korban pelecehan verbal dari para tenaga kesehatan di tempat itu.
"Pasien sudah dilayani sejak awal sampai sekarang dengan baik," kata Kristianti saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (8/10).
Dia menilai Puskesmas sudah melayani pasien sesuai dengan prosedur yang berlaku. Bahkan, Kristianti mengklaim sampai saat ini pihaknya masih menjalin hubungan baik dengan pasien.
Kristianti pun juga membantah jika seorang ibu hamil harus membawa suami jika ingin bersalin di tempat itu. Dia menegaskan pihak yang ingin bersalin hanya diwajibkan membawa seseorang untuk bertanggung jawab atas persyaratan administrasi.
"Jadi, harus ada pendamping yang bertanggung jawab untuk administrasi. Itu saja ya," kata dia. Dikutip Antara.
Lebih lanjut, dia enggan menjelaskan dengan detail terkait dugaan kasus kekerasan verbal yang dilakukan tenaga kesehatan di Puskesmas itu. Dia hanya menyerahkan kasus tersebut ke Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
Untuk diketahui, kasus dugaan pelecehan verbal ini bermula ketika sebuah video yang menunjukkan adanya pelecehan yang dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas di Tambora, Jakarta Barat viral di media sosial.
Salah satu akun tersebut menyebutkan ada tenaga kesehatan yang melemparkan sejumlah kata-kata tidak etis kepada seorang ibu hamil yang usia kandungannya sudah sembilan bulan dan merasa hendak melahirkan.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Purwadi mengatakan pihaknya sedang melakukan penelusuran terkait adanya video viral tenaga kesehatan yang melakukan pelecehan verbal kepada seorang ibu hamil. Purwadi menyatakan saat ini pihaknya juga masih menunggu hasil laporan dari Suku Dinas Kesehatan.
"Tim kami sedang turun ke lapangan untuk telusuri dan konfirmasi terhadap fakta lapangan yang terjadi," kata Purwadi, Rabu (6/10).
Dia mengaku prihatin adanya video yang viral di masyarakat tersebut, sebab jika video itu benar, hal itu merupakan tindakan di luar kepatutan sebagai tenaga kesehatan.
"Pastinya kami dalam koridor pembinaan terhadap tenaga kesehatan tetap akan melakukan penegakan disiplin pegawai," ucap dia.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan Dinas Kesehatan tengah memeriksa tenaga kesehatan yang diduga melakukan pelecehan verbal terhadap seorang pasien ibu hamil. Riza mengharapkan kejadian yang viral di media sosial tersebut tidak benar.
"Itu sedang diperiksa, kami prihatin. Mudah-mudahan enggak terjadi lagi mudah-mudahan itu tidak benar terjadi," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (7/10).
Kendati begitu, Riza memastikan Pemprov DKI akan memberikan sanksi kepada tenaga kesehatan tersebut jika terbukti melakukan pelecehan. "Ya tentu ada sanksinya," ucapnya.
Sebelumnya, terdapat video viral di media sosial Tiktok terkait adanya pelecehan yang dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas di Jakarta.
Salah satu akun tersebut menyebutkan ada sejumlah tenaga kesehatan yang melemparkan sejumlah kata-kata tidak etis kepada seorang ibu hamil yang hendak melahirkan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya