Kencan di Hotel Berujung Maut
Merdeka.com - Seorang wanita IWA (31) ditemukan tewas di sebuah hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Wanita itu ditemukan tewas dalam keadaan bugil di salah satu kamar hotel kawasan Menteng Jakarta Pusat, Rabu (26/5) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi menerangkan, korban ditemukan pertama kali oleh sekuriti hotel. Mulanya, rekan korban menghubungi pihak hotel untuk mengecek kamar yang dihuni oleh korban.
"Rekan korban mencoba menghubungi korban melalui WhatsApp tapi tidak diangkat korban, sehingga rekan korban mencoba lewat resepsionis untuk menghubungi korban," kata dia dalam keterangan tertulis.
Arsya mengatakan, pihak hotel kemudian meminta sekuriti membuka pintu kamar yang dihuni oleh korban. Ternyata, korban sudah meninggal dunia.
"Sekuriti kaget korban ditemukan di atas tempat tidur dalam posisi terlentang tanpa busana dengan ditutupi bantal di atas kepala korban," ucap dia.
Polisi pun bergerak cepat memburu pelaku. Pelaku berinisial AA diamankan oleh petugas di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Kepada petugas, AA mengakui perbuatannya.
Kanit Reskrim Polsek Menteng Jakarta Pusat, AKP Paksi Eka Saputra, mengatakan pelaku diketahui bekerja sebagai petugas keamanan atau sekuriti di salah satu bank.
"Pekerjaan sekuriti bank swasta," kata Paksi.
Alasan pria tersebut membunuh korban lantaran membutuhkan uang untuk menutupi utang. "Mereka sebelumnya janjian untuk kencan. Kalau motif, pelaku membutuhkan uang untuk menutupi utang," kata Paksi.
Ternyata, hal tersebut sudah direncanakan oleh AA terlebih dahulu sebelum melancarkan aksinya tersebut. "Memang sudah direncanakan pelaku dari sebelum melakukan pembunuhan tersebut," ujarnya.
Paksi menyebut, usai menghabisi nyawa korban. Pria tersebut langsung menggasak uang serta sejumlah barang berharga milik perempuan itu.
"(Yang diambil) 2 HP dan uang di dalam dompet korban sebanyak Rp600 ribu," sebutnya.
Dibunuh Pelanggan
Sementara itu, AA, adalah pelanggan korban. Kepada polisi, AA mengaku mengenal IWA dari sebuah aplikasi Michat. Saat itu, AA berkomunikasi dengan empat wanita sekaligus. Tetapi hanya IWA yang merespons.
"Dia (AA) sudah melakukan komunikasi dengan calon korban empat orang, yang satu dua gagal, yang ketiga terlaksana ini, yang keempat ini sempat tersirat dia untuk melanjutkan yang keempat ini. tapi karena gugup, cemas dan bagaimana akhirnya dia membatalkan yang keempat," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koesharyanto, Minggu (30/5).
Setyo mengatakan, pelaku mengetahui banyak wanita menjajakan diri di aplikasi Michat setelah mencermati beberapa pemberitaan. AA kemudian tertarik untuk mencobanya.
"Yang jelas pelaku lakukan tindakan ini terinspirasi dengan berita terkait adanya cewek orderan yang bisa melayani di hotel-hotel. Sehingga dia terinspirasi untuk melakukan chat dan melakukan kejahatan itu dengan tujuan untuk memiliki barang korban," ucap dia.
Saat dihadirkan di Polres Metro Jakpus, AA mengamini seluruh pernyataan yang disampaikan pihak kepolisian. AA mengaku baru beberapa bulan menggunakan Aplikasi MiChat.
AA mengatakan, dirinya memang berniat memperdaya wanita-wanita termasuk pekerja seks komersial (PSK). IWA adalah salah satu korban yang akan dikuras habis harta bendanya. Tapi, AA mengaku kalap lantaran khawatir aksinya gagal sehingga menghabisi nyawa IWA menjadi pilihan terakhir.
"Rencana saya mau ambil barang korban. Di situ saya kepikiran langsung membunuhnya supaya tidak ketahuan apa rencana saya. Dan saya sangat menyesali semuanya pak," ucap AA.
AA mengaku baru pertama kali terlibat pembunuhan. Biasanya AA hanya melakukan perampasan kepada pengguna jalan.
AA menyampaikan, dirinya lebih dahulu mengamati perilaku pengendara. Menurut dia, tak sedikit yang menggunakan ponsel saat berkendara. Itulah yang dibidik olehnya menjadi sasaran.
"Untuk kasus pembunuhan saya baru pertama kali. Sementara untuk penjambretan itu saya terinspirasi dari kendaraan bermotor terus orang main handphone pas telepon itu saya jambret," ucap dia.
AA mengatakan, hasil curian itu dijual kepada pedagang keliling di pinggir jalan. Uangnya akan sebagian digunakan untuk modal berjudi.
"Setelah berhasil itu uangnya saya buat untuk main judi sama kebutuhan sehari-hari," ucap dia.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya