Kenapa Depok kini rawan penjahat dan begal?
Merdeka.com - Wilayah Depok lagi hangat dibicarakan. Bukan karena lalu lintasnya yang bikin macet, tapi karena kasus kriminal yang belakangan lagi marak di sana.
Beberapa hari lalu, polisi melumpuhkan kawanan begal motor. Kelompok curanmor ini beraksi sangat keji. Mereka tak segan melukai bahkan menghabisi korbannya untuk mendapatkan target yang diincar.
Aksi begal yang kembali hangat bak teror yang menyerang warga Depok. Terutama kaum wanita yang mengendarai motor untuk aktivitasnya sehari-hari, mereka menjadi resah.
Kriminolog Chazizah Gusnita, menilai sebenarnya aksi begal ini bukan fenomena baru di Depok. Dia juga tak sepakat jika dikatakan kelompok curanmor ini pindahan dari Jakarta.
"Begal itu sebenarnya dari dulu sudah ada, tapi mungkin yang beberapa hari terakhir pemberitaannya sampai ke media," kata Chazizah, Jumat (30/1).
Berikut perbincangan merdeka.com dengan wanita yang juga Magister Kriminolog UI ini.
Kenapa Depok jadi rawan?
Menurut saya, dari dulu Depok memang rawan khusus untuk curanmor. Sebelum begal kemarin, sebenarnya kasus seperti ini sering terjadi, tapi redup karena pemberitaannya tak sampai ke media.
Kasus kemarin itu misal?
Yang polisi ditembak di Cimanggis misalnya, saya rasa itu bagian dari aksi begal. Dan beberapa pekan lalu, di kawasan Tanah Baru, Beji juga ada yang hilang motornya meski sudah dikunci ganda. Bahkan saya sendiri pernah melihat di perempatan Kukusan arah UI, ada rampok motor yang ditembak di tempat.
Kenapa mereka mengincar Depok?
Bisa jadi, letak geografis Depok sangat menguntungkan mereka bila melarikan diri. Depok ini kan wilayah perlintasan. Belum lagi, mayoritas penduduk di Depok adalah masyarakat urban yang sehari-hari meninggalkan rumah untuk bekerja dan kembali malam hari.
Kira-kira kenapa mereka hanya mengincar motor?
Motor ini seperti kita tahu jadi transportasi paling diminati warga Depok. Sebab jumlah dan jam operasional angkot sangat sedikit. Sedangkan penduduk Depok yang urban mayoritas kerja di Jakarta, baru pulang malam hari, ya yang paling ringkas motor bisa sampai ke rumah langsung. Atau memanfaatkan ojek.
Nah dengan tingkat kebutuhan yang tinggi pada motor, ini bisa jadi alasan mereka (begal) fokus mengincar motor. Motor itu dijual murah ke penadah kemudian di jual lagi ke konsumen bisa warga atau tukang ojek jelas ada yang beli. Dan tetap secara keuntungan besar buat mereka.
Warga Depok pernah diberikan imbauan?
Ada, banyak. Dari dulu, buat mereka yang punya RT aktif selalu diimbau di arisan dan pengajian agar selalu waspada setiap hari, motor dikunci ganda. Kemudian kepala kampung aktif mengecek siapa penghuni kontrakan atau rumah sewa di wilayahnya, bisa juga si pemilik yang melapor. Dan perbanyak selebaran yang isinya meminta warga waspada, seperti saya lihat di beberapa swalayan bekerja sama dengan polres menempelkan imbauan agar waspada dan pakai kunci ganda saat meninggalkan kendaraan.
Soal kejadian CRV ugal-ugalan, mungkinkah bagian dari mereka?
Bisa jadi, kelompok curanmor kan tak pernah sendiri. Soal kendaraan yang dipakai, tak ada masalah mau CRV atau yang lebih mahal sekalipun bukan tidak mungkin. Intinya mereka-mereka yang melakukan aksi kriminalitas itu sudah paham kondisi setiap wilayah Depok.
Saran ke warga Depok dan polisi?
Warga harus tetap waspada, namanya curanmor nggak ada musimnya, dia akan terus memantau. Kalau pun ada, hanya mereka berpindah ke lokasi .
Untuk polisi, terus lakukan razia rutin, jangan cuma malam, siang juga harus.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya