Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenangan terakhir Sandiaga dengan Habib Abdurrahman

Kenangan terakhir Sandiaga dengan Habib Abdurrahman Sandiaga pantau pasokan beras. ©2017 Merdeka.com/Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno menghadiri pemakaman Sayyidil Walid Al Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Ali Alhabsyi atau Habib Abdurrahman di Kwitang, Jakara Pusat, Selasa (16/1) siang. Habib Abdurrahman meninggal dunia di RS Haji Pondok Gede pada Senin (15/1) pukul 19.55 dalam usia 76 tahun.

Usai pemakaman, Sandi menceritakan punya kenangan terakhir dengan Habib Abdurrahman. Ia bertemu terakhir kali saat menghadiri suatu acara di Kemayoran beberapa waktu lalu.

"Komunikasi saya terakhir di Kemayoran. Beliau salamin saya dan bilang 'Habib doain terus Anies sama Sandi bisa bawa Jakarta lebih baik lagi dan mempersatukan semua warga'," ceritanya ditemui di Kwitang, Selasa (16/1) siang.

Sandi mempunyai panggilan khusus kepada mendiang Habib Abdurrahman yaitu Mi Amang. Ia juga mengaku masih mempunyai hubungan kerabat dengan Habib Abdurrahman yang merupakan paman istrinya, Nurasia Uno.

"Kalau saya masih famili karena beliau adalah paman dari istri saya. Jadi mertua saya memiliki kakak ipar, iparnya adalah Habib Abdurrahman Al Habsyi," ujarnya.

Menurutnya, warga Jakarta merasa kehilangan ulama yang telah dianggap sebagai guru dan pengaruhnya tak hanya dirasakan warga Jakarta, tetapi Indonesia. "Beliau dikenal dengan kelembutannya dan juga kepemimpinannya bukan hanya untuk masyarakat Kwitang, Jakarta, tetapi juga seluruh Indonesia," kata Sandi.

Kakek Habib Abdurrahman yaitu Habib Ali bin Abdurrahman al Habsyi juga merupakan seorang pendakwah yang punya pengaruh besar. Termasuk bapaknya, Habib Muhammad yang menjadikan Kwitang sebagai pusat dakwah dan syiar.

Ia berharap kendati Habib Abdurrahman telah tiada, tapi semangat dakwahnya tetap dilanjutkan. "Mudah-mudahan Islam bisa terus berkembang dan diteruskan oleh generasi penerusnya dalam syiar dan dakwah dan menjadikan Islam rahmatan lil alamin," jelasnya.

"Jadi buat kami ini sebagai suatu kehilangan dan mohon juga didoakan dimaafkan jika beliau ada salah di masa hidupnya dan jika ada inspirasi yang bisa kita ambil adalah bagaimana kedamaian ini dimulai dari Jakarta sebelum kemerdekaan," tutupnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP