PT Kereta Commuter Jakarta (KCJ) berencana akan menaikkan tarif kereta mulai 1 Oktober 2012. Banyak pelanggan KRL yang protes. Untuk itu, Komnas HAM mengimbau kepada PT KPJ apabila tarif naik, memikirkan dampak yang terjadi.
"Wacana kenaikan tarif sudah dimana-mana. Kita menangkap ada petisi di daerah-daerah, dikhawatirkan akan terjadi kekerasan," ujar Komisioner Komnas HAM, Syafruddin Ngulma Simeulue di kantornya, Jakarta, Kamis (27/9).
Syafruddin menambahkan, kenaikan tarif kereta berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat yang tajam dan harus dilakukan pencegah. Selain itu, pihaknya mencoba melihat menaikkan nantinya apakah aman tidak menimbulkan masalah.
"Kalau menjamin tidak ada masalah ya sudah naikan saja," kata komisioner yang setiap hari naik KRL.
Selain itu, pelayanan juga harus ditingkatkan karena ketika dinaikkan dengan kondisi seperti sekarang akan sangat fatal. "Tetapi kita tidak mengintervensi naik apa tidak pastikan tidak ada kekerasan yang akan ditimbulkan," paparnya
Mulai tanggal 1 Oktober, PT KCJ menaikkan tarif menaikkan tarif jadi Rp 9.000, dari semula Rp 7.000.
Tarif KRL naik, pengelola janji benahi fasilitas
Naik Rp 2000, Commuter Line ngaku masih nombok
Alasan di balik kenaikan tarif KRL
Janji PT KAI pada penumpang setia KRL
5 Kritik pedas politikus Demokrat, Husein Alaydrus ke Jokowi
NN potong kelamin Abdul Muhyi karena sakit hati telah ditiduri
Ahok tolak kuliahi Komnas HAM, suruh nonton Youtube saja
Jokowi traktir warga Waduk Pluit makan ikan bakar dan sop iga
PDIP: Pemimpin yang hanya kaji masalah mending onani saja
Polisi bersenjata bubarkan ormas mau ribut di Jatinegara
Rapat dengan Jokowi, 28 anggota DPRD bolos
DPRD DKI: Jokowi kebobolan soal KJS, anggaran jebol
Benarkah rumah sakit di Jakarta hanya cari untung?
Jokowi tarik Satpol PP di Pluit asal petugas tak dilempar batu