Kenaikan tarif KRL berpotensi timbulkan kekerasan

Reporter : Eko Prasetya | Kamis, 27 September 2012 16:12

Kenaikan tarif KRL berpotensi timbulkan kekerasan
KRL commuter. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Kereta Commuter Jakarta (KCJ) berencana akan menaikkan tarif kereta mulai 1 Oktober 2012. Banyak pelanggan KRL yang protes. Untuk itu, Komnas HAM mengimbau kepada PT KPJ apabila tarif naik, memikirkan dampak yang terjadi.

"Wacana kenaikan tarif sudah dimana-mana. Kita menangkap ada petisi di daerah-daerah, dikhawatirkan akan terjadi kekerasan," ujar Komisioner Komnas HAM, Syafruddin Ngulma Simeulue di kantornya, Jakarta, Kamis (27/9).

Syafruddin menambahkan, kenaikan tarif kereta berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat yang tajam dan harus dilakukan pencegah. Selain itu, pihaknya mencoba melihat menaikkan nantinya apakah aman tidak menimbulkan masalah.

"Kalau menjamin tidak ada masalah ya sudah naikan saja," kata komisioner yang setiap hari naik KRL.

Selain itu, pelayanan juga harus ditingkatkan karena ketika dinaikkan dengan kondisi seperti sekarang akan sangat fatal. "Tetapi kita tidak mengintervensi naik apa tidak pastikan tidak ada kekerasan yang akan ditimbulkan," paparnya

Mulai tanggal 1 Oktober, PT KCJ menaikkan tarif menaikkan tarif jadi Rp 9.000, dari semula Rp 7.000.

[ian]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Krl

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





BE SMART, READ MORE
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Cuma 10 bulan, Twitter 'bunuh' ratusan ribu akun teroris
  • Revisi UU KPK, Jokowi tak bertindak karena ada tekanan politik
  • Puja puji JK buat Yusril yang ulang tahun ke-60
  • Gerimis mengguyur, Mas Gagah sapa hangat penonton di Malang
  • Hembuskan napas terakhir, Ibu Adrie tunggu kedatangan BJ Habibie
  • Libur panjang Imlek, puncak macet total
  • Tak boleh lihat anak anjing, bocah 11 tahun bunuh gadis cilik
  • Rachmat Gobel: Kami menunggu pemerintah lindungi industri domestik
  • Terkendala stok air, 2 korban longsor Purworejo belum ditemukan
  • Ketua MPR tampung ide cak Imin soal pembubaran DPD
  • SHOW MORE