Kehabisan Obat, Warga Isoman Mau Beli Obat Diomeli Tetangganya di Cilincing
Merdeka.com - Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan intimidasi dari seorang pria kepada perempuan. Video itu menarasikan seorang perempuan yang tak lain perekam video tengah menjalani isolasi mandiri (Isoma) Covid-19 namun justru diintimidasi dari tetangganya.
Dalam unggahan, perempuan itu terlihat diintimidasi dengan pria tersebut di depan rumahnya. Pria tersebut membentak dan menanyakan alasan perempuan tersebut keluar rumah. Padahal dirinya tengah menjalani isoman.
"Elu keluar-keluar, ngapain?" ucap si pria tersebut kepada wanita perekam video.
Perempuan itu dengan tegas kalau dirinya keluar dari rumah untuk membeli obat. Sebab, ia mengaku tak ada obat yang dikonsumsi buat dirinya dan dua anggota keluarganya. Sehingga, ia beranikan diri ke Puskesmas untuk membeli obat.
"Keluar apaan? Orang enggak ada obat. Apanya, orang enggak ada obat. Mau keluar itu ke Puskesmas. Gimana sih bang? Mau mati di sini enggak ada obat?" sahut perempuan tersebut.
Tak terima dengan jawaban tersebut, pria itu justru semakin mendekat ke rumah perempuan itu dan menggedor pagar rumah. Alhasil, perdebatan semakin panjang.
Lurah Semper Barat Benhard Sihotang membenarkan insiden itu. Katanya, kejadian itu terjadi antar warga di RT 14, RW 05, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Perempuan itu, kata Benhard, dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani test antigen pada Kamis (8/7). Lantaran reaktif, wanita tersebut dan dua anggota keluarga lainnya diminta menjalani isolasi mandiri sembari menunggu pelaksanaan swab test PCR.
"Pak RT nya sudah menyampaikan ke ibu itu yang di video, bahwa sementara dijadwalkan swab (PCR), ibu bisa isolasi di rumah," katanya di Jakarta, Sabtu (10/7).
Namun, Sabtu pagi salah satu anggota keluarganya mengalami demam. Sehingga perempuan tersebut keluar rumah guna mencari obat. Tetapi, di tengah jalan seorang warga melihat perempuan itu dan langsung ditegur.
"Warga melihat yang bersangkutan boncengan naik motor, langsung melarang. Di rumah kan kamu lagi isolasi," kata Benhard menirukan.
Benhard mengklaim, kalau pihaknya telah membagikan obat-obatan dan keperluan selama menjalani isoman.
Sementara itu Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Nasriadi menyampaikan, bahwa ada tiga orang yang tengah menjalani isoman. Mereka adalah Yolanda, Putri, dan Julian.
Ia membenarkan kalau, perdebatan tersebut terjadi karena perempuan itu keluar rumah saat menjalani isoman. Sehingga warga marah dan membentak perempuan itu.
"Kemudian warga yang isoman mendatangi Polsek Cilincing untuk melaporkan persoalan yang terjadi namun oleh Kanit Binmas Polsek Cilincing diarahan untuk melakukan PCR terlebih dahulu di Puskesmas Kecamatan Cilincing, serta persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan," katanya kepada merdeka.com.
Guna meringankan beban, pihaknya memberikan bantuan dua dus sembako juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap rumah warga isoman dan rumah sekitar.
"Kita memberikan saran dan imbauan kepada warga yang melaksanakan isoman serta warga sekitar untuk tetap menjaga ketentuan prokes. Lalu kedua belah pihak yang terjadi cekcok mulut sudah diselesaiakan secara kekeluargaan dan diketahui oleh Pengurus RT/RW setempat," katanya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya