Kecurangan lelang kepsek, Ahok pastikan ganti kadis Pendidikan
Merdeka.com - Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menyadari terdapat kecurangan lelang jabatan untuk tingkat kepala sekolah. Tapi apa daya, dia tak bisa membuktikan kecurangan itu karena persoalan di lapangan sangat kompleks.
"Kaya kecurangan pemilukada saja kecurangan yang sistematik, susah dibuktikan," ungkap Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/1).
Kecurangan itu sudah terjadi sejak awal sebelum dilakukan lelang jabatan. "Memang ada itu belajar bareng, belajar soal dibatasi yang boleh masuk tahap berikutnya nilai sekian. Makanya yang lulus-lulus temen-temennya dia juga. Ini namanya status quo kan," tegasnya.
Mengenai hukuman, Ahok menyerahkan sepenuhnya pada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Sebab menurutnya, kewenangan memberhentikan dan mengganti pejabat di DKI termasuk Kepala Dinas Pendidikan Taufik Yudi Mulyanto, bukan tugasnya karena dibutuhkan tanda tangan Jokowi pada Surat Keputusan Pemberhentian dan Penggantian.
"Kita lagi tahan dulu ini, kan mau ganti Kadis, tinggal tunggu putusan Pak Gubernur aja. Kalau Pak Gubernur setuju akan kita ganti. Kan yang tanda tangan bukan saya," tandasnya. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya