Karena Jokowi, Ketua DPRD tak bisa tolak dipertemukan dengan Ahok
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan ini untuk menyelesaikan kisruh antara DPRD dan pemprov.
Prasetyo mengaku tak bisa menolak pemanggilan yang dia terima dari Presiden. Sehingga mau tak mau, Pras yang beberapa waktu belakangan terlihat mulai tak nyaman dengan kelakuan Ahok, terpaksa hadir.
"Pertama, saya ada historis sejarahnya kalau saya dipanggil Presiden enggak boleh nolak juga, karena saya dan Pak Gubernur serta Presiden sahabat satu perjuangan," ujar Prasetyo di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (14/4).
Prasetyo mengatakan, secara pribadi dia menegaskan tak mau ada konflik antara Pemprov DKI dan DPRD. Itu sebabnya, hasil pertemuan ini akan dia sampaikan pada rekan-rekannya di DPRD.
"Tujuan saya adalah Jakarta ingin bekerja, tidak mau konflik-konflik. Kalau secara pribadi, ini adalah sahabat-sahabat saya. Masa saya dipanggil Presiden enggak boleh hadir? Ini panglima tertinggi," ujarnya.
Dalam pertemuan tadi, Prasetyo juga memberikan lampiran soal situasi terakhir terkait permasalahan antara DPRD dan DKI belakangan ini. Prasetyo pun meminta tak ada lagi yang memprovokasi sehingga ketegangan bisa mereda.
"Saya laporkan ke Presiden. Situasi Jakarta seperti ini, kita mau kerja ke depan mau lebih baik. Enggak ada ibu kota negara jadi sesuatu seperti ini. Saya minta rekan media jangan provokasi yang ada. Saya ngomong A, ini ngomong B. Enggak selesai. Jakarta perlu kerja," ujarnya.
Atas hal itu, Jokowi langsung menimpali agar masalah ini harus disudahi.
"Setelah saya tadi omong, enggak ada pertanyaan-pertanyaan lagi jadi ramai lagi. Sudah selesai," tegas Jokowi dalam kesempatan yang sama.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya