Kalau tak mau rusun, warga Kp Pulo nanti dibuatkan rusun model villa
Merdeka.com - Warga Kampung Pulo terus saja meminta ganti rugi. Tapi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tetap pada sikapnya menolak mengeluarkan uang sepeserpun untuk warga yang tak punya sertifikat hak milik atas tanah dan bangunan mereka.
"Saya tetap tegaskan bahwa nggak ada ganti rugi apapun, kalau nanti yang tengah beres, kita akan bangun rusun. Saya sudah janji kalau punya tanah lengkap 1,5 kali, saya kasih anda. Enggak ada pemkot yang lebih baik daripada kami," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (21/8).
Dalam pembuatan rusun ini, Ahok menjelaskan sudah menyiapkan matang-matang dalam mendata siapa saja yang tinggal di rusun dengan menaruh orang dukcapil dan menyediakan Bank DKI. "Jadi begitu kamu masuk, langsung KTP-nya saya ganti alamat rusun, langsung buka rekening bank DKI dengan alamat rusun. Lalu kalau nggak punya ktp DKI gimana? Kurang baik apalagi, saya suruh kamu nanti minta kesaksian tiga tetangga mu, untuk menyatakan kamu sudah lama di Jakarta," jelasnya.
Atau kalau tak ada kesaksian tetangga, Ahok menambahkan. mereka akan dipindahkan ke panti sosial, dengan ditanggung makan 3 kali sehari. Sehingga tak ada alasan untuk mereka mengeluh tak ditanggung usai lahannya dibongkar.
"Dengan begitu, kamu enggak usah lagi mikirin ngecat rumah, biaya keamanan, dan kebersihan. Semua kami yang urus. Daftar aja, kalau kurang bagus tempatnya sabar dikit. Tahun depan saya mau bangun panti yang kayak villa. Santai-santai, nanti dibangun kayak villa, bisa lihat danau, lihat-lihat kolam berenang. Tapi untuk sekarang, saya lagi bangun 100 hektare panti jompo untuk orang nggak bisa kerja, disable, tinggal di situ secara gratis," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya