Kadis Tata Air DKI: Wajar 21 mesin pompa air rusak karena sampah
Merdeka.com - Memasuki musim penghujan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja kembali dibuat kesal dengan banyaknya pompa-pompa air rusak. Padahal pompa air berperan penting meminimalisir banjir yang selalu jadi momok ibu kota tiap tahun.
Kepala Dinas Tata Air Teguh Hendrawan menyebut saat ini ada 451 mesin pompa air, di mana 10 persennya rusak. Dari data Dinas Tata Air, 451 mesin tersebut ditempatkan di 150 rumah pompa yang tersebar di 5 wilayah administrasi.
"Kita beli baru tahun ini. Sudah masuk dalam komponen lokal. Yang tua-tua kita ganti semuanya itu. Tahun 1971, speednya juga sudah enggak bagus," kata Teguh di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (1/2).
Disinggung soal mesin pompa air di 21 lokasi yang rusak karena sampah, Teguh melihat itu hal biasa. Semisal di kawasan waduk Pluit, ketika pompa beroperasi otomatis akan ada sampah yang tersangkut.
"Kalau masalah pompa air tidak lepas dari yang namanya sampah, sebenarnya di 2016 ini semuanya sudah di air. Termasuk pengerukan lumpur sedimen yang ada di sungai, kali," jelasnya.
Teguh berjanji menjalankan tugas yang diberikan Ahok. Terutama soal perbaikan dan perawatan pompa-pompa, genset, serta panel listrik yang dimiliki Pemprov DKI.
"Jadi yang rusak dan dalam perbaikan, apalagi yang aktif, semuanya harus terawat dan terpelihara. Jadi enggak ada lagi yang namanya pompa rusak, genset rusak, panel listrik rusak, semuanya harus on. Jadi tahun ini semua kita benahin," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya