Kadis SDA DKI Gunakan Pompa Air Atasi Banjir di Kawasan Cekungan
Merdeka.com - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini Yusuf mengaku, pihaknya membutuhkan waktu cukup lama untuk mengatasi banjir di wilayah cekungan. Dia menyebut hal itu harus dilakukan dengan memompa air banjir itu.
Dia menyebut salah satu wilayah cekungan yakni Semanan, Jakarta Pusat.
"Di situ daerahnya cekungan, itu kan beberapa kali genangan. Kalau di jalan kan memang air langsung masuk ke saluran, kalau di Semanan itu kan daerahnya itu kayak mangkuk," katanya saat dihubungi, Kamis (9/1).
Juaini menjelaskan, berdasarkan gravitasi air akan mengikuti kemiringan dan mengalir. Menurutnya, untuk memompa air di wilayah cekungan juga harus menunggu debit air kali terdekat surut. Sebab, bila tidak menunggu surat air akan kembali meluap ke pemukiman warga.
"Karena airnya penuh. Kalinya sudah surut, kemarin kami paksakan sedot, kirim pompa sebanyak-banyaknya ke situ supaya cepat (surut)," tutupnya.
Sebelumnya, akibat hujan deras sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 pagi, banjir terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), hingga ribuan orang harus mengungsi.
Akibat banjir, ratusan ribu orang terpaksa mengungsi. BPBD DKI merilis rekap laporan banjir di hari kelima banjir, Minggu, 5 Januari 2020. Untuk wilayah Jakarta Pusat sudah tidak ada pengungsi.
Untuk Jakarta Utara masih ada 220 jiwa di tiga lokasi pengungsian, Jakarta Barat 2.752 jiwa di empat lokasi, Jakarta Selatan 393 jiwa di delapan lokasi pengungsian, dan Jakarta Timur 1.036 jiwa di enam titik pengungsian.
"Total pengungsi adalah 4401 jiwa dengan 21 titik lokasi pengungsian," tulis Kapusdatin BPBD DKI M Ridwan dalam keterangannya, Minggu 5 Januari 2020.
Reporter: Ika DefiantiSumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya