Jumlah Pengungsi Banjir di Jakarta Menurun, Tenda Dipakai untuk Tempat Istirahat
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri rapat koordinasi dan sinkronisasi bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi, serta sejumlah Kementerian/Lembaga, dan Kepala Daerah Banten. Dalam rapat tersebut Anies menyampaikan mayoritas pengungsi banjir telah kembali ke rumah masing-masing.
Di hari ketujuh sejak banjir melanda daratan Jabodetabek dan Banten, Anies mengatakan jumlah pengungsi berangsur menurun seiring dengan surutnya air.
"Di DKI Jakarta di hari ketujuh, mayoritas pengungsi telah kembali ke rumahnya," ujar Anies, Selasa (7/1).
Ia merinci, jumlah pengungsi di hari kedua banjir mencapai 36.445 orang yang tersebar di 247 titik pengungsian. Hingga di hari ketujuh, jumlah pengungsi tersisa 697 orang dan tenda pengungsian sebanyak 7 unit.
Bahkan, kata Anies, sedianya pengungsi yang saat ini terdata tidak 24 jam tinggal di tenda pengungsian. Mereka memanfaatkan tenda sebagai tempat istirahat usai membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa banjir.
"Sejak hari keempat, tidak ada lagi pengungsi 24 jam. Tempat pengungsi lebih ke tempat istirahat, makan, ganti pakaian, jadi bukan 24 jam. Begitu juga dengan 7 lokasi tersisa, untuk istirahat, makan, minum, sambil selesaikan pembersihan di rumahnya," ujarnya.
Diketahui, hujan deras sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 pagi, mengakibatkan banjir terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Ribuan orang termasuk warga DKI Jakarta harus mengungsi.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Minggu (5/1) pukul 16.00 WIB, masih ada genangan di tiga RW. Semuanya terletak di Jakarta Barat dengan jumlah pengungsi 671 jiwa di tujuh lokasi pengungsian.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya