Jokowi: PKL di badan jalan tabrak aturan
Merdeka.com - Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan satu persoalan tersendiri di Ibu Kota Jakarta. Selain membuat macet, PKL seringkali menggunakan badan jalan untuk menjajakan barang dagangannya.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo PKL yang memakan badan jalan melanggar aturan dan kurang tepat. Dalam waktu dekat, 23 lokasi selama ini jadi tempat PKL akan ditata ulang.
"Ya itu kan namanya nabrak aturan. Gak bisa donk, makanya 23 lokasi akan kita tata. Ditata lho bukan di gusur," kata Jokowi dengan nada keras.
Hal ini dia katakan usai memberikan pengarahan dan kunjungan kerja kepada para pejabat eselon 2 di kantor wali kota Jakarta Selatan, Jumat (28/12).
Mantan wali kota Solo ini menegaskan, dirinya tidak akan menggusur PKL-PKL yang berjualan. Akan tetapi ditata dan diatur supaya tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
"Ada 23 lokasi coba nanti tahun depan saya gak hafal tempatnya. Setelah APBD diketok," kata Jokowi.
Saat ditanya seperti apa konsep penataan PKL nantinya, Jokowi mengatakan akan direlokasi ke sebuah pasar.
"Ya ditata, bisa direlokasi ke sebuah pasar. Bisa dibuatkan kantong PKL, bisa tetap di situ tapi diberi tenda dan diberi gerobak. Macem-macem," kata Jokowi. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya