Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi ke PPP: Habis muktamar jangan ada lagi berebut ke Menkum HAM

Jokowi ke PPP: Habis muktamar jangan ada lagi berebut ke Menkum HAM muktamar islah PPP. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Muktamar Islah di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, hari ini.

Dalam sambutannya, Jokowi mengungkapkan dua alasan kenapa berkenan hadir ke Muktamar Islah PPP. Alasan pertama sebelum memutuskan hadir, dia terlebih dahulu bertanya apakah Ketua Majelis Syariah PPP Maimoen Zubair (Mbah Moen) hadir dalam Muktamar yang akan diselenggarakan sampai 11 April tersebut.

"Kenapa saya hadir. Ada dua alasan. Pertama, tadi siang saya pertama bertanya apakah Mbah Kyai datang? Saya dikasih tahu abis Jumatan dan dibilang Mbah Kyai sudah hadir di Jakarta," kata Jokowi dalam sambutan di Muktamar Islah PPP, Jumat (8/4).

Alasan kedua, Jokowi menjelaskan, saat menerima undangan untuk menghadiri Muktamar Islah tersebut, dia menemukan bahwa undangan ditandatangani oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali beserta Sekjennya Romahurmuziy (Romi).

"Artinya ini islah bener. Jadi saya datang," kata Jokowi yang disambut tepuk tangan riuh oleh kader PPP.

Usai mengungkapkan dua alasan tersebut, Jokowi menyatakan harapannya kepada PPP yang merupakan satu partai yang sudah berdiri sejak lama dan sangat disayangkan apabila terus-terusan saling berseteru dalam satu partai.

"Sejak didirikan pada tahun 1973 PPP memiliki tempat khusus bagi sejarah Indonesia," ujarnya.

Usai Muktamar Islah tersebut digelar, Jokowi berharap nantinya tak ada lagi dua kubu yang berebut mendatangi Menkum HAM maupun secara bergantian mendatanginya ke Istana.

"Sehabis muktmar ini saya berharap tidak ada lagi yang berebutan pergi ke Menkum HAM . Kalau nanti ke Istana memperkenalkan pengurus yang baru. Jangan lagi ada dua grup. Sejamnya datang, sejamnya datang lagi," tukasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP