Jokowi: Gara-gara bus berkarat pengadaan berhenti itu penakut
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan menghentikan pengadaan bus. Sebab Jakarta memerlukan bus untuk mengatasi kemacetan. Sementara untuk kasus bus berkarat, Pemprov DKI Jakarta menegaskan telah menyiapkan solusi untuk mengatasi terjadinya kecurangan.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak akan menghentikan pengadaan bus. Sebab jika pengadaan berhenti karena kasus bus berkarat, itu berarti menegaskan bahwa DKI penakut.
"Ya kita ini macet butuh bus. Masa gara-gara kasus kita berhenti. Ya tidak dong. Itu namanya penakut. Yang paling penting yang belum baik diperbaiki. Yang kurang baik diperbaiki. Itu aja," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (1/4).
Sebagai antisipasi, Jokowi akan mengandalkan program milik pemerintah pusat untuk pengadaan barang, E-Katalog dan E-Purchasing. Namun, dia enggan memberitahukan perusahaan apa saja yang sudah masuk dalam E-Katalog.
"Sistemnya diperbaiki. Kalau dulu pengadaan bus harus lelang. Kalau sekarang harus E-Katalog, E-Purchasing. Saya tidak ngikutin. Teknis tanyakan ke Dishub yang baru," ujarnya.
Jokowi menggarisbawahi, tidak akan melakukan pengawasan terhadap kedua tersangka dalam kasus pengadaan bus berkarat, DA dan ST. Karena masih banyak program Pemprov DKI Jakarta lainnya.
"Ya masa, kamu tau tidak ada 60 ribu item kegiatan. Saya ngawasin sendiri gini. Kamu tahu bikinnya di mana? Di China. Saya suruh tiap hari ke sana," ujarnya.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya