Jokowi dan Ahok tak kompak sikapi pencabutan BOP
Merdeka.com - Dalam sepekan ini, dunia pendidikan di DKI Jakarta dikagetkan dengan rencana pencabutan atau penghapusan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang selama ini diberikan pemerintah daerah. Rupanya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo gerah dengan pemberitaan simpang siur tentang penghapusan BOP.
Menurut pria yang akrab disapa Jokowi itu, tidak ada rencana penghapusan BOP. Yang benar adalah bantuan itu akan dievaluasi, diubah sistem pemberiannya.
"Itu hanya merubah sistem saja. Sistemnya saja yang diperbaiki, yang dibenahi bukan dihilangkan," jelas Jokowi di Kantor Balai Kota, Jakarta, Kamis (21/3).
Pernyataan Jokowi ini bertolak belakang dengan yang disampaikan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebelumnya, Ahok secara tegas menyampaikan BOP untuk sekolah swasta maupun negeri diharuskan membayar langsung bersamaan uang sekolah yang dibayarkan siswa.
Meluruskan maksud Ahok, Jokowi kembali menegaskan, "Bukan sekolah gratis hilang, bukan BOP hilang."
Menanggapi rencana pencabutan BOP, Jokowi dan Ahok tidak kompak memberikan tanggapan dan sikapnya. Jokowi lebih memilih posisi aman, sedangkan Ahok dengan berbagai alasan yang tegas sedang mengkaji penghapusan BOP.
Dalam catatan merdeka.com, ketidakkompakan itu terjadi untuk kesekian kalinya. Beberapa waktu lalu, Jokowi dan Ahok juga tidak kompak soal moratorium pembangunan mal di Jakarta. Saat itu, Jokowi menyebut pembangunan mal harus dihentikan karena menyebabkan kemacetan. "Untuk mal stop dulu lah. Tapi ya sudah, kalau sudah ada izin yang keluar," ujar Jokowi.
Sedangkan menurut Ahok, jika lokasi pembangunan mal tidak mengganggu lalu lintas maka pemberian izin akan dipikirkan dua kali.
"Kalau bisa buat macet ya nggak boleh lagi, kalau masih bisa ya harus," kata Ahok usai acara pelantikan empat pejabat baru Pemprov DKI di Balai Kota DKI Jakarta. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya