Jika Kontrak 5 Tahun, Formula E Diminta Cari Lokasi yang Tak Bongkar Pasang
Merdeka.com - Hajatan Formula E 2020 di Jakarta masih menuai perdebatan. Khususnya soal lokasi penyelenggaraan yang rencananya bakal digelar di Monas.
Komisi Pengarah Kawasan Medan Merdeka telah memberikan izin. Meskipun, tetap dengan syarat sesuai Undang-Undang Cagar Budaya.
Pakar Perkotaan dari Trisakti, Yayat Supriatna menyarankan, DKI harusnya memiliki beberapa alternatif lokasi penyelenggaraan agar tidak terkesan memaksakan diri.
"Saya menyarankan panitia pelaksana membuat beberapa desain lokasi alternatif. Mulai dari Ancol, Kemayoran, Sudirman, Gelora Bung Karno, atau bahkan jika sangat terpaksa desain di Kawasan Medan Merdeka. Sehingga alternatif dengan risiko terkecil akan menjadi pilihan utama," ujar Yayat saat dihubungi, Rabu (12/2).
Yayat menjelaskan, banyak risiko dan pertimbangan jika harus menggunakan Kawasan Monas. Dia pun tak yakin Pemprov DKI ngotot ingin menggelar di Monas hanya karena kawasan Cagar Budaya itu ikon kota Jakarta. Terlebih dikaitkan dengan ajang kejuaraan ramah lingkungan.
"Apakah sekadar ikon Indonesia atau Jakarta? Atau apakah pilihan ini rasional jika kita ingin menyelenggarakan suatu event yang sebenarnya lebih mengarah pada pesan olahraga dan ramah lingkungan?" lanjutnya.
Untuk itu, Yayat lebih menyarankan Pemerintah DKI Jakarta mencari lokasi yang mendukung tujuan terselenggaranya event internasional tersebut.
"Apalagi kalau kontraknya ternyata memang lima tahun. Maka ada baiknya cari lokasi yang tepat. Tidak bongkar pasang jalanan untuk jadi sirkuit akan lebih baik. Kalau lokasinya di Medan Merdeka sudah pasti harus bongkar pasang karena itu cagar budaya," jelas Yayat.
Lebih jauh, Yayat menilai, sebenarnya Jakarta memiliki lokasi yang terbaik untuk Formula E. Lokasi itu adalah Kemayoran yang memiliki jalur eks landasan pacu di jalan Benyamin Sueb. Selain kawasannya sangat memadai, fasilitas-fasilitas penunjang juga lengkap, termasuk untuk penginapan para pembalap berserta officialnya.
"Lokasi Kemayoran itu sangat ideal dan lengkap. Bahkan sekaligus memiliki tempat pameran mobil jika ada pameran mobil listrik. Tempat parkirnya luas, tempat podium yang memadai, lokasi yang aman, dan tidak mengganggu kegiatan ekonomi dan pemerintahan. Untuk kenyamanan juga tersedia hutan kota, lapangan golf, bahkan apartemen eks Asian Games yang bisa dimanfaatkan," saran Yayat.
Selain itu, jika memang serius untuk menjadikan event ini sebagai sarana promosi Jakarta, Yayat berpendapat Kemayoran sangat potensial dipromosikan untuk menjadi pusat kegiatan olahraga baru di Jakarta.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya