Jika cuti kampanye, Ahok minta anak buah kerja dengan benar
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sedang mengantisipasi jika uji materi soal keharusan cuti petahana ditolak oleh Mahkamah Konstitusi. Bahkan, dia telah mengisi formulir bersedia untuk cuti selama masa kampanye.
Basuki atau akrab disapa Ahok itu pun telah meminta semua jajarannya untuk tetap bekerja saat dirinya cuti. Sebab setidaknya dia harus cuti selama empat bulan untuk melakukan kampanye.
"Semua sudah kita mintain, kebut enggak kebut kan semua sudah kita titipin mau kerjain apa," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/10).
Mantan Bupati Belitung Timur itu mengungkapkan, kebanyakan pekerjaan merupakan kewajiban pengembang seperti perbaikan trotoar, pengadaan bus sebagai transportasi bagi warga dan pasar perkulakan.
"Rata-rata kewajiban pengembangkan, kayak trotoar segala macem, beli bus sudah di BUMD, termasuk pasar perkulakan udah di BUMD," terangnya.
Selain itu, Ahok memastikan agar sistem e-budgeting tetap akan berjalan. Bahkan, dia pun meminta Sekretaris Daerah (sekda) Saefullah untuk mengawasi Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPS) serta perampingan struktur organisasi.
"Saya bilang sama Sekda (KUA-PPS) enggak boleh diubah. Terus perubahan organisasi kan kita mau merampingkan struktur organisasi. Itu struktur organisasi tetap dirampingkan tapi APBD tetap gunakan struktur yang lama, nanti menyesuaikannya di APBD 2018. Begitu saja," tutupnya. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya