Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang lengser, Djarot keluarkan sistem e-audit untuk cegah korupsi

Jelang lengser, Djarot keluarkan sistem e-audit untuk cegah korupsi Djarot resmikan program e-audit. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meluncurkan sistem audit dan pengaduan secara online, yang diberi nama Sistem Informasi Pengawasan (Si Insan) dan Sistem Pengaduan Terpadu (Sipadu). Tujuan dari e-audit ini adalah untuk Meningkatkan kinerja manajemen audit dan kualitas pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintah daerah dan untuk mempermudah SKPD/UKPD mengupload dokumen atau data seluruh transaksi keuangan dan non-keuangan secara online.

Djarot mengatakan banyaknya pengawasan yang dilakukan berbagai intansi menyebabkan banyak hambatan dalam bekerja. Dan ini dapat menimbulkan korupsi di lingkungan Pemprov DKI.

"Semakin banyak pengawasan, korupsi jadi bisa terjadk. Akibatnya karna kita sbuk secara prosedural, target outcome kita terganggu padahal harusnya pelayanan masyarakat permudah layanan, perbesar ruang berinovasi, yang lain lari kenceng kita ngulet aja," katanya di Balai Kota, Kamis (5/10).

Dirinya sangat bersyukur, adanya Si Insan dan SiPadu dapat membantu pengawasan terlebih pengawasan APBD sebenar Rp 71,6 triliun. SKPD tidak pelu lagi ada tahap perencanaan, peganggaran Budgeting yang semua masih bentuk kertas. Karena selama ini dalam pengawasan terlalu banyak pihak yang melibatkan inspektur jenderal, BPK, KPK, LSM menjadi tidak efisien.

"Oleh karena itu saya sangat terima kalau ada terobosan audit si insan dan sipadu. Tolong kalau pengawasa macem-macem. Gak usah aneh-aneh. Liat ada print aja. Data kita tunggal terintegrasi, terpublikasi. Artinya transparan."

Korupsi menjadi hal yang ditakuti diakhir masa jabatanya, makanya disisa waktunya, Djarot berharap tidak ada lagi korupsi oleh anak buahnya. Korupsi hanya mempermalukan diri sendiri, Pemprov DKI, terlebih mempermalukan dirinya.

"Waktu saya tinggal 10 hari saya deg-degan lho, deg-degan betul. Jangan sampe dala. 10 hari ini eh ada yang macem-macem kena, malu saya," ungkapnya.

Untuk itu dirinya titip pesan kepada anak buahnya untuk tidak tergoda memakan uang rakyat. Untuk bekerja mensejahterahkan rakyat. "Jangan sampai anda hanya beroreansi kepada jabatan. Ketika anda melangkah di jalan yang lurus anda harus siap bahwa jalan itu adalah jalan yang sepi, berliku-liku, dan banyak godaan. Sistem yang sudah kita bangun alhamdulillah sudah baik," pungkasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP