Jejak Jawara dan Mantan Preman di Pasar Jaya
Merdeka.com - PD Pasar Jaya mengangkat Muhammad Rifky alias Eki Pitung dan Rosario Marshall atau Hercules sebagai tenaga ahli direksi Perumda Pasar Jaya. Penunjukan keduanya setelah mengikuti serangkaian ujian dilakukan BUMD milik Pemprov DKI Jakarta tersebut.
Nama Eki dan Hercules tak asing di telinga warga ibu kota. Khususnya wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sosok Eki dikenal sebagai salah satu tokoh muda Betawi. Dia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bamus Betawi, organisasi kemasyarakatan didirikan orang betawi.
Nama Eki pernah menjadi perbincangan saat Pilpres 2014 lalu. Saat itu, Eki muncul dan mengaku sebagai tokoh Betawi. Dia mengkritik Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sebagai orang yang haus kekuasaan karena mencalonkan diri menjadi Presiden RI. Dia pun protes Jokowi pun deklarasi di rumah Pitung.
Bukan hanya pada masa kepemimpinan Jokowi, pria yang kerap berpakaian ala jawara betawi seperti peci merah dan kain betawi ini juga beraksi saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) naik jabatan menjadi Gubernur menggantikan Jokowi.
Eki saat itu mengaku menduduki jabatan Ketua Antar Lembaga badan Musyawarah (Bamus). Dia mengkritik keinginan Ahok menggunakan penembak jitu, alias sniper untuk memberantas preman di DKI Jakarta.
Eki tak hanya beraksi untuk mengomentari kebijakan-kebijakan pemimpin provinsi tempatnya dibesarkan. Dia juga kerap turun tangan untuk membela hak-hak warga Jakarta yang menjadi korban penggusuran.
Seperti penggusuran yang terjadi di Tanah Abang, Eki paling kencang mengkritik sikap Pemprov DKI. Terakhir, dia mengkritik keputusan Ahok yang menggusur warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Akibat penggusuran ini, warga dan aparat terlibat bentrok, puluhan orang ditangkap dan lainnya luka-luka.
Eki mengaku sudah menjalani uji kepatutan dan kelayakan menjadi tenaga ahli di Pasar Jaya. Menurut Eki, di sana dia ditanya mengenai rencana yang akan dilakukan manakala sudah menempati posisi itu.
Mulanya Eki sendiri tak mengetahui jika Hercules turut menjabat tenaga ahli Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya. Karena ada informasi yang beredar ia tanyakan langsung hal itu kepada Dirut Pasar Jaya.
"Saya langsung konfirmasi ke Dirut, Pak Dirut emang Hercules diangkat juga, 'iya bang, gitu, yang semuanya pakai fit and proper test sama juga kok bang'. Yasudah saya pikir itu internal direksi lah gitu," kata Eki saat dikonfirmasi, Senin (21/2).
Eki mengatakan, posisinya di Pasar Jaya hasil pinangan dari pihak Pasar Jaya sendiri. Mulanya dia dikabarkan ada lowongan, namun belum disebutkan posisinya. Kemudian dia diminta untuk mengirim Curriculum Vitae (CV) ke Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD).
Lantaran pernah berhubungan langsung dengan Pasar Jaya, Eki pun memilih Pasar Jaya. Saat itu, Pasar Jaya bekerja sama dengan Bamus Betawi dalam penanganan Covid-19.
"Saat itu selama hampir dua tahun kita kerja sama untuk ketahanan pangan untuk orang Betawi kan gitu. Artinya saya sudah bisa paham dengan pola kerjanya gitu," urai dia.
Sepak Terjang Hercules
Sementara itu, sosok Hercules selama ini dikenal sebagai mantan preman Tanah Abang. Namanya paling ditakuti era 1980-an.
Dia sudah sekian kali merasakan dinginnya lantai penjara. Salah satunya dipenjara selama 8 bulan pada tahun 2019 dalam kasus penyerobotan lahan tanpa izin.
Namun kehidupan Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) itu kini telah berubah. Dia memilih jalan hidup yang lebih baik. Hercules bahkan telah masuk Islam menjadi mualaf beberapa tahun lalu.
Hercules saat ini tengah menjalankan beberapa bisnis. Salah satunya dengan menekuni bidang perikanan di Muara Baru.
Hercules memastikan mendapatkan jabatan sebagai tenaga ahli di Perumda Pasar Jaya bukan sebagai mata pencaharian. Jabatan tersebut ia terima sebagai bukti pengabdian kepada Jakarta sekaligus dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Namanya ini suatu penghargaan ya terima kasihlah. Tetapi kita bukan cari makan di situ," kata Hercules, Selasa (22/2).
Dia enggan menanggapi cibiran sejumlah pihak atas jabatannya sebagai tenaga ahli di perusahaan milik daerah tersebut. Dia menantang pihak-pihak yang mengkritik secara percaya diri menyampaikan keunggulan diri dan kompetensinya sebagai tenaga ahli.
"Saya tidak terima kamu jadi staf ahli. Kenapa harus kamu yang jadi staf ahli tidak saya saja kemudian jabarkan," ujarnya.
Ia memastikan, sikapnya menerima tawaran sebagai tenaga ahli di kepemimpinan Anies Baswedan sebagai bentuk dukungan. Sikap yang sama juga dilakukan saat Joko Widodo menjabat sebagai Gubernur DKI.
"Jangankan Pak Anies Baswedan waktu jadi gubernur, Pak Jokowi saja pas jadi gubernur saya mati-matian dan saya pakai uang pribadi untuk mengantarkan Pak Jokowi jadi Gubernur DKI," ungkapnya.
Alasan Pasar Jaya Tunjuk Eki Pitung dan Hercules Sebagai Tenaga Ahli
Pihak perumda menyatakan penunjakan staf ahli di BUMD telah sesuai mekanisme dan sudah berdasarkan fungsi dan tugasnya masing-masing.
Manajer Umum dan Humas Perumda Pasar Jaya, Gatra Vaganza menyampaikan, penerimaan tenaga ahli telah mempertimbangan kebutuhan yang diharapkan perusahaan. Menurutnya, perusahaan membutuhkan tenaga ahli yang memiliki klasifikasi khusus untuk mempercepat program perusahaan.
"Direksi dalam hal ini memiliki kewenangan dalam merekrut tenaga ahli untuk mendukung kegiatan perusahaan yang juga disesuaikan dengan kemampuan perusahaan," kata dia di Jakarta, Selasa (22/2).
Menurutnya, Hercules sudah menjadi tenaga ahli direksi Perumda Pasar Jaya selama 5 bulan dari 6 bulan kontrak kerja yang dimiliki.
"Hercules sendiri, sudah bekerja selama lima bulan dari enam bulan kontrak kerja yang dimiliki, di mana yang bersangkutan juga sudah mengikuti serangkaian tes kelayakan," tuturnya.
Gatra menambahkan, perusahaan akan terus melakukan eksplorasi dan evaluasi dalam menghadapi dinamika dan tantangan bisnis ke depannya. Langkah-langkah ini diambil untuk dapat mempertahankan eksistensi perusahaan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya