Jakarta PSBB Transisi, Kadishub Sebut Terjadi Peningkatan Lalu Lintas 13 Persen
Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi menyikapi pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Kadis Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebut pada perpanjangan PSBB Transisi ini terjadi peningkatan arus lalu lintas.
"Kenaikannya dibandingkan dengan PSBB kedua kemarin, kemudian PSBB transisi itu, sekitar 13,4 persen," kata Syafrin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (25/11).
Selain itu, kenaikan juga terpantau pada volume penumpang angkutan umum di Ibu Kota. Seperti halnya Transjakarta, MRT, LRT, dan KRL yang mencapai 29 persen dan untuk penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) terjadi kenaikan penumpang sebesar 32,6 persen.
Kendati begitu, Syafrin menyatakan pihaknya belum bisa menerapkan pelaksanaan sistem ganjil genap di Ibu Kota. Sebab saat ini kasus positif Covid-19 masih fluktuatif.
"Terkait dengan penerapan ganjil-genap kita pahami bahwa di tengah-tengah pandemi covid-19 penilaian kita tidak semata hanya kepada volume lalu lintas. Tapi banyak aspek lain yang harus dimasukkan," jelasnya.
Sebelumya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan bahwa sistem ganjil genap (Gage) belum kembali diberlakukan pada Senin (23/11/2020).
"Besok Senin 23 November 2020 untuk Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil- Genap (GaGe) masih belum diberlakukan," sebut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Minggu (22/11/2020).
Dalam Kepgub yang ditandatangani oleh Anies pada 6 November 2020 disebutkan PSBB masa transisi dapat diperpanjang selama dua Minggu, yakni 23 November sampai 6 Desember bila tidak ada kenaikan kasus yang signifikan.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya