Jaga kerukunan, Agus ajak bertutur kata baik ke semua identitas
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pidato politiknya di depan para purnawirawan TNI dan pendukungnya. Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengatakan Jakarta adalah mini Indonesia, etalase dan jembatan ke dunia internasional, serta role model dan barometer kehidupan bangsa.
"Karenanya, kita sepakat dan bertekad membangun Indonesia yang memiliki wawasan kebangsaan dan rasa kebhinnekaan yang tinggi. Ini harus dapat diwujudkan dan dicontohkan di kota megapolitan Jakarta," kata Agus di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (11/12).
Dia menegaskan, teguhnya rasa kebangsaan dan kebhinnekaan tak akan datang dengan sendirinya. Tetapi harus terus menerus dirajut dan dipupuk agar tetap kokoh.
"Para pemimpin dan tokoh masyarakat di Jakarta harus bisa menjadi contoh dan sekaligus memberi contoh atas kuatnya rasa kebangsaan dan kebhinnekaan tersebut," jelasnya.
Menurut Agus, isu SARA adalah isu yang sensitif, maka semua pihak harus sungguh-sungguh menjaga harmoni dan toleransi yang setinggi-tingginya. Semua pihak mesti pandai bertenggang rasa, seraya mengembangkan sikap saling menghormati dan saling menghargai.
"Mari kita cegah tutur kata dan perbuatan yang bisa melukai hati saudara-saudara kita yang berbeda identitas, apalagi yang berkaitan dengan keyakinan dan ajaran," ajaknya.
Agus menceritakan bila hari Jumat pekan kemarin dirinya mengunjungi Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Di salah satu kecamatan terpadat di Asia Tenggara ini, Agus mengaku disambut hangat oleh ribuan warga di mana sekitar 60 persennya adalah warga keturunan Tionghoa.
"Saya terkesima melihat kerukunan hidup warga di sana. Ada ketua RW yang keturunan Tionghoa, sementara ketua RT-nya dijabat oleh Pak Haji. Kehidupan bertetangga berjalan harmonis selama belasan tahun. Tak ada ketakutan, karena semua menjaga dan saling menghormati tanpa harus menjadi homogen," terangnya.
"Jadi kerukunan hidup antara warga dengan suku, ras dan agama yang berbeda, sudah lama kita lakukan. Bukan hal baru. Kebhinnekaan bagi warga Jakarta bukanlah sekedar festival, tapi kenyataan hidup yang sudah lama berlangsung sejak kota ini berdiri ratusan tahun lalu. Kebhinekaan adalah DNA kota Jakarta," tutupnya.
Turut hadir dalam kesempatan ini, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono (SBY), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan sejumlah purnawirawan TNI. Hadir juga pasangan duet Agus, Calon Wakil Gubernur Sylviana Murni.
(mdk/sho)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya