Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi beking, polisi dan TNI sering minta jatah ke preman Monas

Jadi beking, polisi dan TNI sering minta jatah ke preman Monas Ilustrasi Polisi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pihak kepolisian mengakui anggotanya dan TNI kerap menjadi beking dari preman serta pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Para aparat penegak hukum itu sering meminta jatah dari preman dan PKL.

"Sering minta setoran baik ke pedagang atau preman," ujar Kapolsek Gambir AKBP Agung Marlianto saat ditemui di kawasan Monas, Rabu (19/2).

Namun, razia yang digelar kali ini, para polisi dan TNI yang menjadi beking tidak menunjukan batang hidungnya. "Padahal ini sengaja kita besar-besarkan untuk memancing oknum tersebut," katanya.

Sementara itu, pedagang yang terkena razia mengakui kalau mereka memberi jatah ke aparat penegak hukum. Bahkan, jatah tersebut hampir setiap hari disetorkan.

"Uang dan makan kita setorkan kenapa jadi gini," teriak dia histeris.

Dalam razia kali ini, puluhan dagangan PKL diangkut petugas. Beberapa orang yang tanpa identitas juga diamankan untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, preman dan pedagang kaki lima di Monas tidak pernah kapok. Keberadaan mereka diduga lantaran ada beking dari pihak TNI dan Polri.

"Kita akui memang ada beking dari Polisi dan TNI," ujar Kapolsek Gambir AKBP Agung Marlianto di kawasan Monas, Rabu (19/2).

Agung mengaku sudah mengantongi nama-nama polisi dan TNI yang membeking di Monas. Nama-nama tersebut bahkan telah diserahkan ke para pimpinan.

"Bahkan ada perwira menengah yang ikut bermain. Anggota saya pun juga ada," katanya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP