Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Isu barter Kalijodo-reklamasi,Ahok sebut bodoh minta ampun fitnahnya

Isu barter Kalijodo-reklamasi,Ahok sebut bodoh minta ampun fitnahnya Ahok. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku heran bagaimana mungkin ada barter antara penertiban Kalijodo dan proyek reklamasi. Sebab, saat diperiksa KPK, penyidik sama sekali tidak pertanyaan terkait pemberian dana Rp 6 miliar untuk penggusuran Kalijodo yang disebut-sebut berasal dari Kalijodo.

"Sebetulnya kenapa saya bingung? Saya waktu dipanggil KPK tidak disodorin ada tulisan Kalijodo Rp 6 miliar," kata Ahok di Balai kota, Jakarta, Senin (16/5).

Ahok merasa keberatan dengan tudingan itu dan kembali meyakinkan hal itu fitnah.

"Jadi itu jelas judul saya curiga yang nulis itu siapa, itu jelas sengaja fitnah begitu jahat tapi bodohnya minta ampun fitnahnya terus bawa angka, enggak sesuai, kalau satu kolom berlakunya sama dong," tegasnya.

Dia pun membantah telah menerima uang penurunan kontribusi tambahan sebesar 15 persen sebesar Rp 392,6 miliar dari PT APL. Sebab dalam berita acara pemeriksaan milik Ariesman Wijaya, tercantum beberapa proyek PT Agung Podomoro Land yang menjadi bagian kontribusi tambahannya, berupa nilai kontrak, uang yang sudah dibayarkan dan sisanya.

Di antaranya ada proyek pembangunan rusun Daan Mogot, proyek normalisasi Kali Ciliwung, pembangunan pompa dan rumah pompa, sampai penertiban Kalijodo.

"Bikin seolah Basuki terima kontan Rp 300 miliar lebih kontrak terus barter turunkan kontribusi 15 persen, kamu kira aku bodoh. Itu 15 persen itu puluhan triliun nilainya, masa kontrak sama saya Rp 300 miliar," pungkas orang nomor satu DKI ini.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP