Intelijen dilibatkan kawal aksi 505 di Gedung MA
Merdeka.com - Sejumlah massa melakukan aksi demonstrasi '505' di depan gedung Mahkamah Agung (MA). Massa yang tergabung dalam GNPF-MUI ini menuntut agar hakim bersikap adil saat menjatuhkan hukuman vonis kepada terdakwa penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok).
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan pengamanan untuk mengawal aksi yang diperkirakan berjumlah 5 ribu orang itu. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan intelijen.
"Belum ada perkembangan apa-apa, saya tadi sudah telepon direktur intelejen," kata Setyo ditemui saat sedang melayat ke rumah duka mantan Kapolri Jenderal Pol purn Widodo Budidarmo di Jakarta, Jumat (5/5).
Menurut dia, saat ini massa berangsur memadati depan gedung MA di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Ribuan massa memulai aksinya pasca salat Jumat di Masjid Istiqlal.
"Mudah-mudahan tidak ada (pelanggaran hukum), semoga tidak " singkatnya.
Terkait penambahan pasukan jika diperlukan yang merujuk pada hasil analisa intelegen, dia menilai, bisa saja terjadi. Namun sejauh ini, situasi masih terkendali.
"Belum ada, belum ada informasi semua masih bertugas biasa, semua masih biasa-biasa saja," jelasnya sambil bergegas pergi menuju gedung MA memantau aksi massa.
Seperti diketahui, jaksa menuntut terdakwa penistaan agama Ahok satu tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan. Tuntutan ini dinilai terlalu rendah bagi sebagian kalangan. Karena itu, GNPF-MUI kembali melakukan aksi dengan harapan putusan hakim bisa adil dalam melihat kasus Ahok.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya