Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Insiden berulang kulit kabel dan upaya menata jaringan optik di Ibu Kota

Insiden berulang kulit kabel dan upaya menata jaringan optik di Ibu Kota Gulungan kabel di saluran air. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kondisi gorong-gorong Ibu Kota tak kalah memprihatinkan dengan sungai yang melintasi Jakarta. Penumpang sampah yang membuat air tak mengalir sempurna.

Kali ketiga peristiwa gorong-gorong Jakarta dipenuhi kulit kabel. Peristiwa ini pernah terjadi di tahun 2016 dan 2017 lalu.

Temuan terakhir pada Minggu 18 Maret kemarin. Saat melakukan pengecekan saluran air, Suku Dinas Sumber Daya Air malah menemukan gulungan kulit kabel dalam jumlah banyak di sekitaran Jl Medan Merdeka, Jakarta. Persis dengan lokasi penemuan sebelumnya.

"Petugas kita temukan kulit kabel saat lakukan pengerukan saluran," kata Kepala Seksi (Kasie) Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Pusat, Boris Karlop Lumbangaol.

Agar tak kemudian menjadi masalah yang menyebabkan genangan ketika hujan turun, kulit kabel yang memiliki panjang 13 meter kubik sigap dibersihkan. Petugas mengeruk dan membuangnya ke kawasan Marunda, Jakarta Utara.

Dugaan kuat, kulit kabel yang memenuhi gorong-gorong adalah sisa kejahatan pencuri kabel. Biasanya, maling kabel hanya mengambil bagian tembaganya kemudian kulit kabel dibuang begitu saja.

Kasus ini pernah juga didalami Mapolda Metro Jaya. Namun tak mampu mengungkap otak di balik pencurian kabel yang sengaja meninggalkan kulit pelapis luar di dalam saluran air.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, sudah meminta bantuan polisi menangani kasus ini. Meskipun dia melihat kejadian ini bukan upaya sabotase.

"Saya enggak lihat ini sebagai sabotase saya lihat ini ada motif ekonomi bahwa kalau buang di tempat lain itu mahal, ya udah sengaja aja enggak kelihatan ini. Nah ini enggak boleh dibiarkan. Tapi harus melibatkan pihak kepolisian dan ini harus ditindak karena menjadi satu ancaman," jelasnya.

"Harus masuk pidana yah kalau masuk perdata saja saya rasa mungkin karena ini berulang kali. Sebuah efek jera harus ada gitu loh, karena ini kan bukan pertama kali, waktu zaman Pak Basuki juga ada," sambung Sandi.

Permintaan Sandi disikapi Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Roma Hutajulu, dengan siap membantu jika memang masuk laporan.

"Di Polres belum terima laporannya dari yang menemukan. Saya sudah cek, belum ada laporannya dari pihak mereka," kata Roma.

"Kalau ada laporan kita tangani," jelasnya.

Mengingat kejadian serupa selama dua tahun berturut-turut. Pada Maret 2017, kulit kabel juga ditemukan di beberapa titik gorong-gorong Jakarta. Di tahun 2016, peristiwa serupa juga terjadi. Polisi juga ikut mengusut bahkan enam orang sempat ditangkap.

Kepolisian pastikan temuan kulit kabel bukan upaya sabotase. Namun kecurigaan itu sempat disampaikan Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok saat menjabat gubernur.

"Yah saya enggak tahu, ini sih PLN merasa itu bukan punya mereka, asalnya bukan di situ, waktu itu ngomong gitu. Saya enggak tahu, yang jelas kata PLN bukan di situ posisi barangnya, terus kalau kamu mencuri kabel kamu musti ngupas di dalam atau bawa sekaligus? Potong bawa pergi dong, kita juga enggak tahulah biarin aja," terang Ahok.

"Itu kita udah suruh PU. Lihat aja kalau emang enggak mungkin barang itu bisa ada di dalam, ya lapor polisi saya bilang," kata Ahok saat itu.

Kapolda Metro Jaya saat itu, Irjen Pol Tito Karnavian, sangat yakin perbuatan itu memang dilakukan pencuri spesialis kabel.

"Intinya misteri itu bungkusan kabel-kabel di Kota Jakarta, ada pelaku spesialis yang mencuri kabel-kabel itu," kata Tito saat itu.

"Ada kabel PLN dan Telkom. Ini membuka jaringan baru, membuka kesempatan barang-barang berharga nilai ekonomis yang bisa diambil oleh kelompok tertenti. Jadi mereka (pelaku) memulung. Pendapatannya besar," tegas Tito.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP