Ini tanggapan Jokowi soal sopir Honda Jazz ngaku anak jenderal
Merdeka.com - Seorang pengendara Honda Jazz memaksa petugas TransJakarta untuk membuka portal busway. Sang pengendara menggertak petugas bahwa dirinya adalah anak jenderal.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) menegaskan, kecuali Bus TransJakarta, siapapun tak boleh masuk ke jalur tersebut.
"Sesuai aturan lah. Siapapun ya nggak boleh," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Selasa (30/7).
Menurutnya, semua orang harus patuh pada aturan yang berlaku. Sebagai Gubernur DKI, Jokowi mengaku tak pernah masuk ke jalur busway.
"Saya masuk ke busway nggak sekali dua kali, tapi naik bus," katanya.
Seperti diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Galur, Senen, Jakarta Pusat sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu lokasi kejadian macet.
Petugas BLU transJakarta yang saat itu bertugas di lokasi sempat mengambil gambar peristiwa tersebut. Polisi telah mengantongi data pemilik Honda Jazz.
Penelusuran wartawan, mobil Honda Jazz B 1011 UKF itu terdaftar atas nama Herman Gunawan. Beralamat di Jalan Sunter Hijau 1 blok W2/17, RT 1 RW 10, Sunter, Jakarta Utara.
Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono, menjelaskan polisi masih menyelidiki, apakah saat itu Herman yang mengendarai mobil atau bukan.
"Kita masih selidiki," kata AKBP Hindarsono, Selasa (30/7).
Hindarsono belum memastikan apakah pengemudi itu benar-benar anak jenderal atau bukan. Dia menambahkan biasanya orang mengaku-ngaku anak jenderal saat sedang kepepet. Pihaknya pun tak akan sungkan menindak jika 'si anak jenderal melanggar lalu lintas'.
"Kita akan selidiki dan kita akan cek siapa pemiliknya karena sudah mengaku anak jenderal," tandasnya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya