Ini solusi Ahok soal kurang maksimalnya sterilisasi Busway
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan aturan sterilisasi jalur Transjakarta koridor 1 yakni rute Blok M-Kota yang dimulai Senin (13/6) lalu.
Polisi juga diperbantukan untuk memaksimalkan sterilisasi jalur Transjakarta sekaligus memberikan hukuman bagi warga nekat menerobos.
Namun, minimnya jumlah personel kepolisian mengakibatkan sterilisasi jalur Transjakarta belum optimal. Apalagi, pergantian personel disebut menjadi kendala bagi polisi dalam menjaga jalur Transjakarta bebas dari kendaraan.
Mendengar keluhan kepolisian, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mengaku sudah memiliki solusi atas masalah ini.
Solusi yang ditawarkan adalah dengan menambah penjagaan dari unsur Satpol PP, Dishub DKI serta pengadaan palang pintu di ujung-ujung jalur Transjakarta.
"Enggak. Kita kan sudah mau bantu dengan tutup. Dengan pintu sama Satpol PP, sama Dishub, sama kita mau steril tambahan," kata Ahok di RPTRA Dahlia, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (15/6).
Khusus untuk penambahan palang pintu, Ahok mengungkapkan pihaknya telah memesan ratusan palang pintu baru untuk memperketat aturan itu. Meski demikian, Ahok tidak tahu kapan ratusan palang pintu itu akan segera dipasang.
"Nanti lagi mau dipesan, 120 buah. Teknisnya kamu tanya sama mereka (Dishub) saja," pungkasnya.
Seperti diketahui, Polda Metro Jaya mengakui kurangnya jumlah personel kepolisian mengakibatkan sterilisasi jalur Transjakarta tidak maksimal. Pergantian personel yang menjaga juga tidak menjamin busway bebas dari kendaraan pribadi.
"Dengan segala keterbatasan anggota di lapangan dan kita lihat situasi dan kondisi ya, aplusan anggota ini kan perlu juga karena kita satu jam dua jam anggota sudah pegel juga itu berdiri di jalan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono, di Polda Metro Jaya, Selasa (14/6).
Kepolisian juga akan mempertimbangkan kemungkinan menjaga jalur Transjakarta selama 24 jam. "Aplusan itu direktur lalu lintaslah yang mengevaluasi itu terkait pagi sore atau langsung 1x24 jam nanti kita," ujarnya.
Awi menambahkan, untuk memaksimalkan sterilisasi jalur Transjakarta, diperlukan penambahan separator di lokasi yang belum dipasang. Ia menjelaskan, jalur Transjakarta yang separatornya telah lengkap berada di jalur koridor 3, 4, 5, dan 6.
"Itu sebagai bahan evaluasi yah," ujarnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya