Ini pompa Pluit yang mati dan buat Ahok marah ke PLN
Merdeka.com - Beberapa hari yang lalu, wilayah DKI Jakarta kembali terendam banjir setelah diguyur hujan deras. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok menuding, banjir terjadi karena arus listrik dipadamkan oleh PLN sehingga pompa air di Waduk Pluit tidak berjalan maksimal.
Setelah menemukan solusi dan sepakat membangun jalur khusus aliran listrik untuk pompa-pompa, hari ini Manager PLN Wilayah Jakarta Raya dan Tangerang, Bob Saril, mengunjungi langsung lokasi yang jadi titik masalah.
Dalam kunjungan itu, PLN sedang berusaha membangun jaringan listrik yang maksimal agar pompa air tetap kerja pompa saat padam. Ia pun menjelaskan, pihak PLN sengaja memadamkan arus listrik pada saat banjir karena jaringan listrik untuk pompa air masih paralel dengan jaringan listrik untuk warga. Pembangunan jaringan listrik itu menurut Bob akan ditarik dari gardu induk Muara Karang.
"Kita akan membuat jaringan khusus yang dedicated untuk pompa ini, kita akan tarik dari GI (Gardu Induk) Muara Karang. Pada waktu itu dimatikan karena ada masalah jaringan karena nyatu dengan jaringan yang ke warga," katanya saat meninjau pompa air di Pluit, Jakarta Utara, Jumat (13/2).
Bob berjanji ke depannya setelah pembukaan jalur khusus itu tidak akan ada lagi gangguan pada pompa. PLN menargetkan realisasi pembangunan arus listrik khusus itu kelar dalam tiga bulan mendatang.
"Insya Allah enggak akan terjadi lagi. Maksimum tiga bulan," terangnya.
Selain itu, menurut Bob, ke depannya akan ada pegawai PLN yang disiagakan di lokasi pompa air. Hal itu dilakukan guna mempermudah koordinasi teknis bila menemukan hambatan terkait arus listrik.
"Selama musim hujan akan ada tiga shift dalam satu kali 24 jam, satu shift dua orang, ya agar koordinasinya cepat," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya