Ini Penjelasan Dishub DKI Mengapa Hanya Road Bike Bisa Melintasi JLNT
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan sepeda balap atau road bike melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, sementara sepeda jenis lain tak bisa melakukannya. Kebijakan ini menyebabkan kecemburuan terhadap sepeda non-road bike.
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, perbedaan kecepatan menjadi alasan mengapa hanya road bike yang dapat melintasi JLNT Kampung Melayu - Tanah Abang.
"Kita pahami bahwa tadi di tengah-tengah animo masyarakat dalam bersepeda ada pemisahan kecepatan. Jadi kecepatan road bike rata-rata kecepatannya adalah 40 km/jam sementara untuk non road bike itu 20-25 km/jam," kata Syafrin seperti ditulis pada Senin (7/6).
Atas hal itu, kata Syafrin, haruslah dilakukan pemisahan lintasan agar keselamatan serta kenyamanan para pesepeda bisa terpenuhi. Termasuk kepada pesepeda road bike yang aktivitasnya dapat tersalurkan.
"Maka penyediaan JLNT sebagai lintasan road bike ini akan kembali lagi wujud kehadiran Pemprov DKI Jakarta bagi masyarakat yang begitu antusias melakukan aktivitas dengan sepeda sport ini yang pada saat mereka berada di ruang lalu lintas bersama-sama dengan pengguna jalan lainnya," ujarnya.
Selain perbedaan kecepatan, Syafrin melanjutkan alasan tidak bolehnya pesepeda non-road bike melintas di jalan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang dan jalan Sudirman-Thamrin, karena kedua jalur tersebut sudah terintegrasi antar jaringannya.
"Oleh karena itu pengguna road bike di JLNT itu bisa langsung diarahkan ke jalan Sudirman untuk langsung bergabung ke jalur sepeda yang ada di sana pop up bike line yang sudah disiapkan," sebutnya.
"Demikian juga dengan pengguna road bike di Jalan Sudirman-Thamrin begitu mereka berada di jalan Sudirman-Thamrin langsung bisa diarahkan ke jalan JLNT untuk beraktivitas ke JLNT sepanjang lintasan road bike. Artinya pemisahan secara fisik bisa langsung dilakukan pada saat lintasan road bike ditetapkan," tambahnya.
Sementara, Syafrin menyampaikan untuk sepeda non-road bike sendiri bisa menggunakan jalur lintasan yang sudah disiapkan di sepanjang jalan Sudirman- Thamrin yang dimana sudah tersedia jalur sepeda permanen dengan dibatasi planter box beton dan juga tambahan lajur sepeda sementara atau pop up.
"Yang non road bike saat ini sudah disiapkan jalur lintasannya di jalan Sudirman-Thamrin yang kita ketahui di sana ada tambahan lajur sepeda sementara atau pop up kemudian itu bisa dioptimalkan oleh rekan-rekan penggiat non road bike," tuturnya.
"Jadi di jalan Sudirman-Thamrin pun penggiat road bike akan dikeluarkan di arahkan ke jalan layang Bon Tol. Sehingga dari aspek pemisahan kecepatan pengguna sepeda ini langsung bisa kita lakukan pemisahan secara utuh," lanjutnya.
Terjadi Peningkatan Pesepeda Road Bike
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan adanya peningkatan pegiat sepeda road bike pada uji coba di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang pada Minggu (6/6).
"Terjadi peningkatan yang signifikan jumlah pesepeda yang melintas di kawasan ini sebesar 74 persen jumlah pengguna road bike yang beraktivitas di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang," kata Syafrin.
Lanjut dia, saat ini pihaknya masih berupaya untuk menetapkan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang sebagai lintasan road bike. Yakni terkait regulasi termasuk aspek teknis operasionalnya.
"Jadi saat ini kami masih dalam tahapan uji coba yang dilaksanakan setiap Minggu pukul 05.00-08.00 Wib. Setelah ada regulasinya baru akan diumumkan seperti apa pelaksanaan lintasan road bike di JLNT," ucap dia.
Sementara itu, Syafrin juga mengatakan bila uji coba jalur road bike di Jalan Sudirman-Thamrin akan dimulai pada Senin (7/6).
Uji coba tersebut akan di mulai pada Senin-Jumat pada pukul 05.00 sampai 06.30 Wib.
"Mulai hari Senin akan dilaksanakan pula uji coba lintasan road bike di Jalan Sudirman-Thamrin," ujar dia.
Lanjut Syafrin, nantinya pegiat sepeda road bike akan diarahkan untuk untuk menggunakan lajur sebelah kiri atau samping jalur sepeda permanen. Nantinya, sejumlah petugas akan diterjunkan di lapangan untuk mengarahkan.
"Jadi diarahkan seluruh penggiat road bike menggunakan lajur paling kiri. Jika di sana ada tiga lajur, dua lajur kendaraan bermotor di satu lajur pada pukul 05.00-06.30 Wib itu difokuskan pada kegiatan road bike," jelas Syafrin.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya