Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini pengakuan sopir Metro Mini maut tabrak ibu dan anak di Kembangan

Ini pengakuan sopir Metro Mini maut tabrak ibu dan anak di Kembangan Metromini vs Transjakarta. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Deny Irawan, sopir Metro Mini B 92 yang menabrak ibu dan anak di Jalan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat mengaku, sengaja membanting kemudi ke kiri saat kejadian untuk menghindari tabrakan dengan KWK B 03 yang berhenti. Tindakan ini dia ambil karena terdapat mobil pribadi di sisi kanan.

"Waktu itu saya lihat ada KWK berhenti. Spontan setir saya banting ke kiri, soalnya di kanan ada mobil pribadi," kata Deny di tahanan Sat Lantas Polrestro Jakarta Barat, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (17/12).

Pria asal Tasikmalaya ini mengaku pasrah dengan kasus yang dihadapinya. Denny dijerat Pasal 310 ayat (4) UU LLAJ dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

"Yah, saya mah pasrah aja," ujarnya lesu.

Ayah satu anak ini mengaku, dirinya sudah empat tahun menjadi sopir Metro Mini. Saat kejadian, Rabu (16/12) sekitar pukul 06.00 WIB, bus sudah diisi 23 penumpang.

Metro Mini jurusan Joglo-Grogol menabrak ibu dan anak, Muntiasih (35) dan Azam Plmboyan (7). Azam meninggal sementara Muntiasih menjalani perawatan di rumah sakit.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP