Ini pembelaan Ahok serapan anggaran DKI baru capai 13,86 persen
Merdeka.com - Sepanjang triwulan pertama, penyerapan APBD Jakarta baru 13,86 persen. Meski tak maksimal, nilai serapan anggaran tahun ini dipastikan lebih baik dari tahun sebelumnya sekitar 11 persen.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mayoritas anggaran yang terserap untuk belanja proyek infrastruktur seperti pembangunan jembatan, bangunan dan rusun.
"Kita fokus di bangunan, jembatan dan rusun," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (27/4).
Ahok dia meminta jajaran SKPD dan pejabat kota administrasi untuk mempercepat proses lelang konsolidasi di tahun ini. Dengan adanya lelang ini, proses administrasi akan jauh lebih mudah dan efektif.
"Otomatis kontraknya baru bulan Mei. Kan jg konsolidasi. Harusnya percepatan bisa beli lahan. Itu yang saya bilang, nanti kita mau ubah beli lahan diserahkan ke Wali kota," jelasnya.
Untuk diketahui, dari total anggaran sebesar Rp 67,1 triliun yang sudah terserap 13,86 persen atau 8,03 triliun.
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Michael Rolandi mengatakan, memang ada beberapa kesalahan teknis yang menyebabkan input penyerapan tidak dapat diterima Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Sekretariat Negara (Setneg). Sehingga, jika dilihat dari Kemendagri, data penyerapan masih 0 persen.
"Ini belum diinput. data penyerapan kita sampai dengan posisi sekarang ada, belanja ya total Rp 8,03 triliun, realisasi per 22 april. Atau 13,86 persen. Belanja tak langsung sudah Rp 5,63 triliun atau 22,04 persen. Totalnya sudah 13,86 persen. Ini perkara diinput saja, link ke Kemendagri dan setneg jadi enggak update," katanya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya