Ini kata Ahok soal pegawai lepas Dinas Tata Air ngaku tak digaji
Merdeka.com - Pegawai harian lepas di Dinas PU Tata Air DKI Jakarta mengeluhkan gajinya tidak dibayar. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, mensinyalir jika ada permainan di Dinas PU Tata Air yang mengakibatkan tidak dibayarnya gaji pegawai harian lepas tersebut.
"Kita tidak tahu siapa yang benar. Itu yang terjadi waktu kasus PU Tata Air. Dia mengatakan, satu wilayah ada 50 orang. Waktu saya tahan, ribut tidak gajian demo pintu air semua, ,emang ada yang asli, tidak bayar gaji, ada juga yang palsu. Saya minta Dinas Pu berikan kepada saya nama dan no ponsel, kerja di mana. Tapi selama dua bulan ini dia tidak datang. Artinya apa? Ini nama-nama fiktif," ujar Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).
Ahok pun mempertanyakan kualitas petugas Dinas PU Tata Air. Menurut Ahok, upah harian lepas seharusnya dibayar sebagaimana mestinya. Ahok juga pernah mendapati adanya penipuan soal data kepegawaian yang dimintanya dari Dinas PU Tata Air.
"Pertanyaan saya ini pegawai benar tidak? Karena banyak mandor ini mulai ribut karena pembagian rejeki tidak merata. Jadi saya minta nama, dia bilang ada dua puluh ribu nama. Hanya sepuluh ribu aja ngambil nama pegawai swasta. Berarti selama ini ada penipuan," tambahnya.
Untuk mengantisipasi hal yang sama akan terulang lagi, Ahok meminta agar upah untuk pegawai harian tersebut akan dibayar melalui mekanisme ATM.
"Kasih rekening. Transfer ke dia. Jadi ATM-nya disimpan," pukas Ahok.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya