Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Alasan Panitia Formula E Batalkan Sponsor dari Pertamina Renewable Diesel

Ini Alasan Panitia Formula E Batalkan Sponsor dari Pertamina Renewable Diesel Replika Mobil Formula E. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Sponsor Formula E kembali mengalami perubahan. Semula ada 31 perusahaan, menjadi 30 perusahaan sponsor. Hal ini terjadi setelah Pertamina Renewable Diesel diputuskan tidak lagi menjadi sponsor.

Vice President Communication Organizing Committee Formula E, Iman Sjafei menjelaskan, bentuk kerja sama Pertamina Renewable Diesel meneken kontrak kerja bukan dalam bentuk sponsorship, melainkan hanya memberi diskon pembelian bahan bakar.

"Mereka kan dari BUMN, kalau ngasihnya sponsorship enak, tapi ini ngasihnya potongan harga. Jadi agak kurang firm, biar sama-sama enak, jadi kita enggak ambil dulu," katanya di Jakarta, Rabu (1/6).

Dia mengungkapkan, karena mempertimbangkan good clearance government (GCG) panitia, dalam hal ini Jakarta Propertindo (Jakpro) memutuskan bentuk kerjasama sponsorship dengan Pertamina Renewable Diesel.

"Pihak panitia barusan memutuskan enggak mengambil diskonnya. Jadi most likely enggak jadi," jelasnya.

Iman menyampaikan, jika pembelian bahan bakar saat diskon hanya Rp1 miliar. Namun, setelah kerjasama dibatalkan, pembelian bahan bakar akan dibayar oleh panitia dengan nilai penuh yaitu Rp3 miliar.

"Beli di Pertamina tapi tidak ambil diskon (nilainya Rp1 miliar). Total pembelian mungkin sekitar Rp3 miliar," ungkapnya.

Sebelumnya panitia penyelenggara Formula E mengumumkan 31 perusahaan menjadi sponsor untuk ajang balap mobil listrik tersebut. Dari jumlah perusahaan tersebut tidak ada perusahaan milik negara, hanya ada Bank DKI sebagai satu-satunya sponsor yang berasal dari perusahaan daerah.

Menanggapi hal itu, Vice Managing Director Formula E, sekaligus Direktur Bisnis PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Gunung Kartiko menyampaikan ada atau tidaknya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak akan mengganggu jalannya pertandingan. Yang jelas, imbuhnya, pihak panitia penyelenggara telah mengajukan proposal kepada BUMN untuk menjadi sponsor.

"Kami dari OC telah mengajukan proposal kepada BUMN. Namun keputusan sepenuhnya ada di BUMN," kata Gunung kepada merdeka.com, Rabu (1/6).

Harapan agar BUMN terlibat dalam bagian sponsor Formula E disuarakan oleh Ketua Panitia Organizing Committee Formula E, Ahmad Sahroni, saat konferensi pers Kamis 19 Mei.

"Saya dan tim penyelenggara berharap banget BUMN sponsor, belum ada (BUMN menjadi sponsor Formula E)," kata Sahroni.

Namun beberapa hari kemudian, Sahroni mengunggah foto dirinya bersama dengan Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam akun Instagram.

Disinggung mengenai momen tersebut, Sahroni secara normatif mengatakan BUMN mendukung penuh kegiatan Formula E.

"Insya allah BUMN support buat event international ini," kata Sahroni dikonfirmasi pada Senin (23/5).

"Insya Allah yang terbaik buat berjalannya event motor sport international ini, sponsor sudah ada tinggal tunggu yang masuk," imbuhnya.

Dengan demikian saat ini ada 30 perusahaan menjadi sponsor Formula E, berikut daftarnya;

1. Indosat Ooredoo Hutchison Powered By Ericsson2. MS Glow for Men3. Bank Artha Graha International4. PT BMW Indonesia5. Erafone6. Electronic City7. Bank DKI8. Discovery Hotel9. J Water10. Paprika11. Grab12. Realme13. PT Anugerah Utama Multifinance14. Teh Botol Sosro15. PT Central Omega Resource TBK16. Walking Drum17. Coca Cola18. Gulavit19. Medika Plaza20. Enesis21. Nescafe22. Krisbow23. PT Proline Finance Indonesia24. Waste for Changes25. PT Bank China Construction Bank Tbk26. Hyundai27. Sony28. Samsung29. Sharp30. LG

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP