Ini alasan Jokowi cari penasihat MRT dari Singapura
Merdeka.com - Pembangunan transportasi berbasis massal atau Mass Rapid Transit (MRT) terus digodok oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pada Sabtu dan Minggu kemarin, Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Singapura untuk melihat MRT.
Tujuan kedatangannya ke negeri Singa itu, diakui Jokowi untuk mencari advisor atau penasihat terkait rencana pembangunan MRT.
"Masa yang planing nya dari sana (JICA), pelaksanaannya dari sana, duitnya dari sana, manajemen kontrolnya gimana? dari sana sekalian!," ujar Jokowi di Kantor Balai Kota, Jakarta, Senin (1/4).
Adapun alasan Jokowi dengan advisor itu adalah untuk mengkritisi dan mengawal pembangunan MRT. Yang mana diketahui, dana pembangunan MRT berasal dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
"Iya dong, manajemen kontrol harus ada dari yang lain," tegas Jokowi.
Sebelumnya diberitakan, Japan International Cooperation Agency (JICA) menyatakan, selain pendanaan, pihaknya juga akan memberikan penyertaan bimbingan dan teknisi untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT). MRT merupakan bagian dari proyek Metropolitan Priority Area (MPA).
JICA diketahui telah menyediakan dana sebesar JPY 1,8 miliar atau sekitar Rp 1,86 triliun untuk jasa insinyur dan JPY 48,14 miliar atau sekitar Rp 4,9 triliun untuk fase konstruksi. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya