Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hutan Kota di Jantung Jakarta

Hutan Kota di Jantung Jakarta Hutan Kota GBK. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Hidup di Jakarta dengan aktivitas menggunakan kendaraan yang tinggi menyebabkan polusi udara. Tak jarang ruang terbuka hijau menjadi dambaan bagi warga Ibu Kota untuk sekadar melepas lelah dan menghirup udara bersih dan segar.

Kini hadir hutan kota di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. Sebagai alternatif warga Jakarta menikmati hawa sejuk hutan di tengah kebisingan kota Jakarta. Hutan Kota GBK sengaja dibangun sebagai ruang terbuka hijau, paru-paru kota, dan lahan konservasi di kota Jakarta.

Luas hutan kota di kawasan GBK ini mencapai 4,5 hektare dengan pembagian 1,3 hektare dikelola Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK). Sedangkan luas 3,2 hektare dikelola oleh Plataran Indonesia. Sebelumnya Hutan Kota GBK adalah lahan lapangan golf Driving Range di GBK.

Untuk berkunjung ke hutan kota ini, bisa masuk dari berbagai pintu. Namun, banyak pengunjung khususnya yang berjalan kaki banyak yang masuk dari FX Sudirman atau seberang Pacific Place dinilai lebih dekat ke Hutan Kota GBK.

Saat memasuki hutan kota ini, mata akan dimanjakan dengan hamparan rumput dan pohon-pohon. Semua terlihat hijau sangat memukau. Waktu untuk berkunjung yakni dari jam 06.00-10.00 WIB dan Jam 15.00-18.00 WIB.

hutan kota gbk

Sebagian dari pengunjung khususnya keluarga yang membawa anak-anak biasanya membawa alas duduk untuk bersantai dan menikmati hutan kota ini. Jadi sangat cocok untuk piknik, di tengah kota tetapi masih di jantung Kota Jakarta. Terlebih di tengah pandemi, hutan kota menjadi alternatif berlibur.

Sambil duduk-duduk di atas rumput, pengunjung bisa menikmati panorama gedung-gedung pencakar langit di seberangnya. Menambah kesan sejuk, di tengah hutan kota ini dibangun kolam.

Bukan sekedar ruang terbuka hijau, Hutan Kota GBK kini menjadi tempat 'nongkrong' baru anak muda di Jakarta. Karena sangat cocok bagi mereka yang gemar berfoto karena sangat instagramable.

"Saya ke sini gara-gara viral. Abis olahraga di GBK, terus ke sini buat foto-foto sama teman. Keren sih, ada taman tapi pemandangan gedung-gedung tinggi," kata Putri, yang ditemui merdeka.com.

Bagi pembaca merdeka yang ini berkunjung, tetap menjaga protokol kesehatan dan menjaga kebersihan di area Hutan Kota GBK.

Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak

Selain itu, Pemprov DKI juga terus berupaya menciptakan ruang terbuka hijau khususnya ramah anak. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendirikan dan mengembangkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di berbagai wilayah Jakarta.

rambutan

Dilansir dari situs Pemprov DKI, Pemprov DKI telah mendirikan 296 RPTRA yang terdapat di setiap kecamatan. Jumlah tersebut sudah melampaui target yang awalnya berjumlah 267. Dari angka tersebut, sejumlah 228 unit RPTRA dibangun dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sementara 68 unit dibangun dengan menggunakan sumbangan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Sebagai ruang yang ramah anak, RPTRA menyediakan berbagai fasilitas bermain yang terbuat dari bahan plastik dan metal khusus dengan mengutamakan keamanan, seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, serta permainan lainnya.

Selain fasilitas bermain, tersedia pula lapangan futsal dan badminton sebagai ruang berolahraga anak. Fasilitas-fasilitas dalam RPTRA tidak hanya ramah anak, namun juga ramah penyandang disabilitas.

kenanga (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP