Hidayat terima kasih tak ada klaim paling berjasa saat 4 WNI bebas
Merdeka.com - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid merespons positif pembebasan 4 WNI yang ditawan kelompok militan Abu Sayyaf. Dia mengapresiasi, pembebasan kali ini tak ada klaim politik siapa yang paling berjasa dalam pembebasan itu.
"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada lagi yang main klaim dan saya kira itu sangat baik karena kasihan para sanderanya. Sudah berbulan-bulan jadi sandera dan kemudian yang lain ribut tentang mengklaim, apalagi kemudian di balik itu ada keinginan politik yang lain. Saya kira ini ujian ketulusan untuk membantu saja mereka," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/5).
Namun, politikus PKS ini menegaskan, pemerintah harusnya melakukan klarifikasi terkait berapa nilai tebusan yang dibayarkan. Sebab sebelumnya pemerintah menegaskan tidak akan membayar uang tebusan.
"Jadi menurut saya dengan adanya informasi dari media di Filipina bahwa ada pembayaran sampai dengan 50 peso itu harus diklarifikasi pemerintah, untuk pemerintah menegaskan bahwa tidak pernah itu menjadi kebijakan pemerintah dan pemerintah tidak setuju dengan seperti begitu-begituan," tuturnya.
Selebihnya, Hidayat berharap kerjasama bilateral dengan Filipina semakin kuat. Hal tersebut untuk menyisir dan mengantisipasi ancaman keamanan secara bersama-sama.
"Saya kira itu penting untuk terus dijaga, dikuatkan, diperluas bahkan dengan pemerintah Singapura dan pemerintah dari Thailand karena daerah yang rawan juga ada yang di daerah Selat Malaka, yang kemudian sering terjadi perompakan. Tentu daerah yang sekarang ini di perairan Antara Indonesia, Malaysia dan Filipina. sehingga penting untuk dilakukan karena itu bagian dari mensukseskan MEA juga," bebernya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya