Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hasil tes psikologi ayah bunuh anak di Kelapa Gading keluar besok

Hasil tes psikologi ayah bunuh anak di Kelapa Gading keluar besok Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arif Fazrulrahman mengatakan hasil pemeriksaan psikologi pelaku pembunuh anak kandung, Faisal Amir akan diketahui Selasa (15/8) besok. Faisal diketahui telah membunuh putri kandungnya bernama KAA dengan cara menyekap muka korban menggunakan bantal karena emosi.

"Hari Selasa nanti keluar hasil psikologi," kata Arif saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (14/8).

Menurut Arif, pemeriksaan psikologis yang dilakukan polisi terhadap Faisal itu perlu dilakukan agar polisi bisa memastikan terlebih dahulu kondisi kejiwaannya. "Hasil kecenderungan-kecenderungan. Emosionalkah atau apa, hasil lengkapnya baru besok kita terima," pungkasya.

Sebelumnya, kejadian ayah bunuh anak kandungnya terjadi di Kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara, Selasa (8/8). Sang ayah yang diketahui berinisial FA (27) membunuh bayi perempuannya berinisial KAA yang masih berumur tiga bulan.

FA membunuh anaknya lantaran kesal mendengar anaknya terus menangis. Sontak ia langsung menyekap wajah putrinya itu dengan bantal hingga meregang nyawa.

Akibat ulahnya itu, FA kini diamankan oleh pihak kepolisian. Kini FA juga tengah menjalani pemeriksaan psikologis di Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Metro Jaya.

"Iya betul kami periksa di bagian psikologi untuk dicek kondisi kejiwaan," kata Kapolsek Kelapa Gading, Arief Fazrulrahman, saat di konfirmasi wartawan, Kamis (10/8).

Menurutnya Arief, FA tidak melakukan itu karena merasa depresi. Melainkan karena emosi sesaat.

"Dia melakukan itu karena emosi. Emosi yang timbul karena kondisi dia yang capek mengasuh anak sendiri, karena dia kurang tidur. Lalu si anak ini menangis, ditenangkan enggak bisa, menangis lagi, coba ditahan seperti menutup mulutnya tetapi menangis lagi, dia enggak sabar dan emosi dan kepala bayi ditutup bantal," ungkapnya.

Selain menjalani proses pemeriksaan psikologis, sebelumnya FA juga melakukan urine. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah FA memiliki kecenderungan sebagai pengguna narkotika.

"Kalau dari ketergantungan narkoba, kami baru melakukan pengecekan secara tespek yang praktisamphetamine dan metaphine itu nihil . Ini kami mau cek lagi darahnya, apakah memang punya riwayat narkotika atau tidak. Ini masih kami dalami," paparnya.

Dari hal pemeriksaan psikologi ini, pihak kepolisian hanya ingin mengetahui mengenai kecenderungan sifat dari FA. Namun dari hasil pemeriksaan ini belum bisa secara pasti menggugurkan status tersangka dari FA.

"Tetapi kalau cuma kecenderungan-kecenderungan yang sifatnya bukan penyakit, seperti cenderung tenang, cenderung agresif itu tak menguburkan pemidanaan yang disangkakan ke dia. Kecuali kalau dua gangguan jiwa atau skizofrenia," pungkasnya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP