Hasil kajian Ditlantas Polda Metro, DKI diminta buka kembali Jl Jatibaru Tanah Abang
Merdeka.com - Direktorat Lalu lintas Mapolda Metro Jaya akan menyerahkan hasil kajian mengenai penutupan Jalan Jati Baru, Tanah Abang, ke Gubernur DKI Anies Baswedan, pekan ini. Pihak Ditlantas merekomendasikan agar Pemprov DKI membuka kembali jalur yang kini jadi tempat pedagang kaki lima (PKL) berdagang.
"Dimaksimalkan fungsi jalan tersebut jadi kita berpihak kepada rakyat kecil. Seyogyanya rakyat kecil diberi tempat layak kira-kira jualannya di mana," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra, di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/1).
Halim mengatakan, salah satu kajian mereka, melihat dampak penolakan yang dilakukan para sopir angkot siang ini. Selain itu dampak kemacetan yang terjadi, serta terjadinya kecelakaan lalulintas.
"Kita hanya melihat dampak kemacetan pelanggaran kecelakaan lalu lintas daripada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah," kata dia.
Meski begitu, Halim akan kembali menunggu rapat bersama pihak Pemprov DKI. Hal ini diperlukan agar tercapai kesepakatan antar kedua belah pihak.
"Makanya secara maksimal sudah terpadu kita rapatkan tersebut kita dapatkan maksimal juga hasilnya," jelas Halim.
Seperti diketahui, pertengahan Desember 2017, Pemprov DKI Jakarta menata kawasan Pasar Tanah Abang. Penataan ini dilakukan seiring banyaknya keluhan dari pedagang Blok G yang posisinya berada di belakang sepi pembeli. Masalah lainnya, banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang membuat kawasan Pasar Tanah Abang kian semrawut.
Kondisi tersebut membuat Pemprov DKI Jakarta coba memikirkan solusi jangka panjang. Salah satunya dengan menerapkan Transit Oriented Development (TOD).
TOD yang dianut Pemprov DKI adalah sistem mengintegrasikan transportasi dan pusat kegiatan jual beli. Diharapkan, ke depan Pasar Tanah Abang terhubung dengan ragam angkutan massal DKI yang tengah dibangun saat ini seperti MRT ataupun LRT.
"Ini kuncinya bagaimana-bagaimana kita menghadirkan integrasi transportasi, maupun kegiatan-kegiatan sosial ekonomi, Tanah Abang ini punya sejarah panjang dan grand desain kita adalah kita ingin jadi transit oriented development, tapi nyambung sama LRT, sama MRT, sama Transjakarta," kata Sandiaga pada pertengahan November lalu.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya