Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga murah, alasan pencuri sisakan kulit kabel di gorong-gorong

Harga murah, alasan pencuri sisakan kulit kabel di gorong-gorong Gulungan kabel di saluran air. ©2016 merdeka.com/etika

Merdeka.com - Polda Metro Jaya membekuk komplotan pencuri kabel di gorong-gorong sepanjang jalan Medan Merdeka yang menyebabkan banjir. Para pencuri sengaja meninggalkan kulit kabel karena harga jualnya murah.

Dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Dirkrimsus Kombes Mujiono mengungkapkan, aksi pencurian itu dilakukan beberapa kelompok dalam waktu yang cukup lama dan berkali-kali.

"Pelaku cukup banyak, pencurian dilakukan cukup lama, berbulan-bulan, ada yang 4 bulan, 5 bulan, 8 bulan," kata Mujiono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/3).

Saat diinterogasi, kata Mujiono, para pelaku mengaku sengaja meninggalkan kulit kabel karena nilainya murah. Kulit kabel itu di penadah hanya dihargai Rp 1.000 per kilogram.

"Untuk tembaga Rp 60 ribu per kilogram, timah Rp 10 ribu per kilogram," jelasnya.

Para pelaku kemudian menjual hasil jarahannya itu kepada penadah. "Dijualnya di Jakarta saja karena cukup laku," ujar Mujiono.

Hingga kini kepolisian terus mengembangkan kasus ini untuk mencari komplotan lain pencuri kabel. "Kita masih terus memburu para pelaku lain," pungkasnya.

Data yang dihimpun dari Pemprov DKI, jumlah sisa kulit kabel yang ditemukan dalam gorong-gorong sudah mencapai 26 truk sejak petugas gabungan melakukan pembersihan pada akhir Februari lalu.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP