Harga bensin Rp 6.600, Ahok minta tarif angkot diturunkan
Merdeka.com - Setelah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu tidak sampai sebulan kembali menurunkan dari Rp 8.500 ke Rp 7.500. Selang beberapa hari, kembali diturunkan dari Rp 7.500 ke Rp 6.600.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dengan keputusan itu seharusnya tarif angkutan umum juga menyesuaikan dengan harga BBM. Saat BBM naik maka tarif naik, begitupun sekarang, seharusnya pihak Organda segera merilis tarif baru.
"Harusnya kalau disesuaikan itu turun. Kami gak tahu itungannya gimana? Organda gitu naik mau turun gak mau. Kalau kami lebih suka bikin komponen tadi, komponen yang dibayar rupiah per kilometer," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (16/1).
Sebab dengan penurunan ini, lanjutnya, biaya komponen sparepart dan BBM, dapat segera dilakukan penyesuaian. Sehingga rakyat warga Jakarta tidak bingung.
"Karena disebutkan minyak berapa, sopir berapa jadi jelas. Kalau ini naik efeknya berapa, sparepart naik efeknya berapa," terangnya.
Sebagai langkah awal, Pemprov DKI Jakarta telah mengutus Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk memediasi masalah tarif dengan Organda. Namun sampai saat ini, Ahok mengatakan, belum mendapatkan laporan dari mereka.
"Dia lagi urus, pasti nanti dilaporin. Kan Sk-nya dari saya," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya