Hanura ancam pecat kader yang ogah Ahok di Pilgub DKI
Merdeka.com - Partai Hanura mendukung penuh calon incumbent Basuki T Purnama (Ahok) di Pilgub DKI 2017. Dukungan ini dideklarasikan pada pekan lalu di Sekretariat DPP Hanura.
Ketua Tim Pilkada Pusat (TPP) Hanura, Erik Satrya Wardhana mengatakan, karena sudah menjadi keputusan partai untuk mendukung Ahok maka setiap kader wajib untuk mengikutinya. Jika tidak, kata dia, Hanura akan memberikan sanksi tegas.
"Saya kira bukan hanya Hanura ya tapi semua parpol ada AD/ART. Kalau ada yang tidak taat akan ada punishment. Apapun bentuknya, seperti tidak patuh atau semacamnya, saya kira berlaku hal yang sama," kata Erik di Hotel Merylinn, Jl. Hasyim Ashari, Jakarta, Selasa (29/3).
Dia mengatakan, Partai Hanura juga melarang kadernya memberikan pernyataan di media yang bertentangan dengan keputusan partai. Sanksinya tegas, bisa dipecat atau mengundurkan diri.
"Pengambilan keputusan ada prosesnya. Sebelum resmi diputuskan setiap individu sah-sah saja beri komentar. Tapi kalau partai sudah ambil putusan, setiap kader taat. Kalau ada pernyataan yang tidak sesuai maka diberi sanksi, pecat bisa saja. Yang undur diri silakan saja," pungkas dia.
Diketahui, sehari sesudah menyatakan dukungan kepada Ahok, dua pengurus harian DPD Hanuran DKI Jakarta mengundurkan diri sebagai pengurus dan kader. Kedua orang tersebut ialah Wakil Ketua DPS Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Hanura DKI Jakarta, Rachmat HS dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Legislatif dan Eksekutif, Bustami Rahawarin.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya