Gerindra sebut merosotnya elektabilitas Ahok karena penistaan agama
Merdeka.com - Pasca penetapan cagub dan cawagub DKI Jakarta oleh KPU DKI, elektabilitas pasangan petahana Ahok-Djarot menurun. Sebagaimana diketahui Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) merilis hasil survei bertajuk 'Survei Opini Publik Kata Publik tentang Cagub dan Cawagub Jakarta' menyatakan elektabilitas Ajok-Djarot turun hingga 27,5 persen.
"Dari hasil survei Kedai Kopi tadi persentasi keterpilihan petahana turun menjadi 27,5 persen dan kami 24 hampir mencapai 25 persen membuat kami lebih membuat tambah yakin dalam waktu-waktu mendatang akan melampaui tingkat keterpilihan dari petahana," tutur Ketua DPP Partai Gerindra, Ferry Julianton, usia acara rilis survei Kedai Kopi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (30/10).
Lebih lanjut Ferry menjelaskan tingkat keterpilihan Ahok-Djarot menurun akibat beberapa rangkaian reaksi masyarakat terhadap kasus penistaan agama.
"Di sisi lain, petahana presentase tingkat keterpilihannya menurun menurut pengamatan kami objektif dan kemungkinan bakal turun lagi ada beberapa rangkaian reaksi masyarakat terhadap petahana menyangkut kasus penistaan soal agama," ungkap Ferry.
"Sepeti tadi saya sampaikan tadi ini membuat posisi Presiden menjadi sulit. Kalau membiarkan membuat masyarakat tambah eskalatif protes terhadap itu," sambungnya.
Untuk itu, pihaknya mengaku akan memanfaatkan celah ini untuk mendongkrak elektabilitas pasangan Anies-Sandi lewat berbagai program-program.
"Ya memang sejak awal Mas Anies dan Sandi jelas menerangkan isu-isu soal ekonomi, jadi kesempatan kerja meningkatkan perluasan sarana usaha, perbaikan angka-angka pengangguran, peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan penyerapan tenaga kerja. Sepeti itu yang nanti akan kita prioritaskan," terang Ferry. (mdk/sho)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya