Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gaji di DKI sudah besar, Djarot minta PNS tak kerja 'klemer-klemer'

Gaji di DKI sudah besar, Djarot minta PNS tak kerja 'klemer-klemer' Djarot kampanye di Radio Dalam. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyebutkan saat ini gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemprov DKI sangat tinggi. Hal itu harus diimbangi dengan kinerja yang baik.

"Di sini paling rendah bisa kita gaji Rp 10 juta dan Rp 12 juta. Eselon tiga kami hitung paling rendah Rp 20 juta, sudah bener. Sudahlah, tolong disyukuri," kata Djarot, di Gedung Teknis Abdul Muis, Jakarta Pusat, Senin (13/2).

Djarot meminta agar semua PNS senantiasa bersyukur dengan gaji yang mereka terima. Ia menilai untuk dapat gaji sebesar itu di level swasta saja sudah sangat sulit.

"Kalau Anda swasta dapat gaji Rp 30 juta dan Rp 40 juta itu levelnya sudah manager. Saya punya adik pimpinan cabang, berapa gaji, kerja dari pagi sampai malam? Dia bilang maksimal dapat 25 juta, eh kalah sama DKI, eselon tiga saja dapat Rp 20 juta," terang Djarot.

Pendapatan besar itu, lanjut Djarot, seharusnya bisa membuat PNS DKI bekerja dengan sungguh-sungguh dan jangan mengeluh ketika gajinya terlambat dibayar.

"Kerja klemer-klemer lambat lah pokoknya, jangan loh. Apalagi belum gajian cemberut semua. Masya Allah. Enggak punya duit juga harus senyum. Minta tolong itu disyukuri jangan punya pikiran macam-macam lagi sehingga tidak ada lagi kebiasaan, dulu pegawai negeri gaji kecil korupsinya yang banyak," ujar Djarot.

Mantan Walikota Blitar tersebut menyebutkan salah satu cara mensyukuri gaji itu adalah dengan kerja keras dan menunjukkan kinerja yang bagus.

"Tolong betul, syukuri. Kalau enggak puas, pengen gaji lebih tinggi lagi berapa? Rp 100 juta? Kalau gitu maaf Anda tidak cocok (jadi PNS DKI), usaha aja," tegasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP