Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fasilitas Unggul Jembatan Kapal Pinisi yang Baru Diresmikan Anies Baswedan

Fasilitas Unggul Jembatan Kapal Pinisi yang Baru Diresmikan Anies Baswedan JPO Pinisi di Sudirman. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan jembatan penyeberangan dengan konsep kapal Pinisi. Jembatan ini membentang di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Jembatan yang dibangun dengan dana koefisien lantai bangunan (KLB) dari PT Permadani Khatulistiwa Nusantara itu memiliki panjang 66,2 meter. Panjang jembatan sepeda 89,7 meter.

Simak berita Anies Baswedan selengkapnya di Liputan6.com

Jembatan ini juga memiliki fasilitas unggul jika dibandingkan dengan jembatan penyeberangan yang ada di Jakarta. Berikut keunggulan jembatan ala kapal pinisi dirangkum merdeka.com :

Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda

jpo pinisi di sudirman

©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa peruntukan jembatan kapal Pinisi ini selain untuk orang, namun juga untuk pesepeda.

Anies mengamati jumlah pengguna sepeda di Jakarta cukup banyak. Entah bersepeda untuk berdagang, bekerja, atau sekadar olahraga. Namun, akses untuk memutar atau menyeberang bagi sepeda dirasa terlalu jauh yaitu di Bundaran Senayan.

"Dengan adanya jembatan penyeberangan sepeda ini, sepeda sebagai alat transportasi bisa punya akses di tengah untuk berpindah dari sisi barat ke timur atau sisi timur ke barat," kata Anies, Kamis (10/3).

Fasilitas Lift

jpo pinisi di sudirman

©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

 

Fasilitas lift pada jembatan penyeberangan di Jakarta tidak hanya di jembatan kapal pinisi. Namun kapasitas lift tidak menampung banyak orang.

Kapasitas angkut lift pada jembatan kapal pinisi ini mencapai 3 ton. Daya angkut ini cukup untuk 30 orang disabilitas, ibu hamil maupun lansia.

Lift juga dapat mengangkut 9-10 unit sepeda.

Galeri Nama Tenaga Kesehatan Gugur saat Pandemi Covid-19

Revitalisasi awal jembatan kapal Pinisi terjadi di periode awal pandemi. Saat hendak mengerjakan konstruksi jembatan, Pemprov menunda pekerjaan tersebut karena pandemi Covid-19 mengkhawatirkan.

Periode 2020-2021, banyak tenaga kesehatan gugur saat berjibaku menangani pasien Covid-19. Momen pilu itu kemudian menjadi inspirasi Pemprov agar mengabadikan mereka yang gugur ke dalam jembatan Pinisi.

Namun, nama yang tertera di jembatan kapal Pinisi hanya 37 nama. Mereka adalah tenaga kesehatan itu yang bekerja di bawah tanggung jawab Pemprov DKI.

Terdapat Sensor Beban di Anjungan Jembatan

Besarnya daya kapasitas jembatan membuat Pemprov DKI turut memperhatikan segala aspek keselamatan dan keamanan.

Pada jembatan kapal Pinisi, Pemprov memasang sensor ukur beban pada anjungan jembatan. Meski tidak menyebutkan batas maksimum berat pada anjungan, Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho mengatakan bahwa di sisi anjungan mampu menampung 50 orang.

"Sensor beban dipasang di anjungan dengan membatasi keberadaan orang di anjungan sebanyak maksimal 50 orang," ucap Hari.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP